Tak Mau Asal Jadi: Kurikulum dan Buku Ajar Disinkronkan, UIN Jakarta Perketat Mutu Publikasi
Tak Mau Asal Jadi: Kurikulum dan Buku Ajar Disinkronkan, UIN Jakarta Perketat Mutu Publikasi

Gedung Perpustakaan UIN Jakarta, Berita Terkini — Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta mulai melakukan pembenahan serius dalam pengembangan buku ajar dan sistem publikasi akademik. Melalui diskusi yang digelar Selasa (24/2/2026), kampus ini menegaskan komitmen untuk menyinkronkan kurikulum dan buku ajar sekaligus memperketat standar mutu publikasi ilmiah.

Diskusi yang bertemakan penguatan pengembangan buku ajar berbasis kurikulum dan peningkatan mutu publikasi akademik tersebut diinisiasi Kepala Perpustakaan UIN Jakarta, Agus Rifai. Dalam undangan resminya, Agus menghadirkan Kepala Pusat Pembelajaran dan Pengembangan Kurikulum UIN Jakarta, Ramdhani Miftah, serta tim dari perwakilan Penerbit RajaGrafindo —Ardi. Sementara itu, dari Tim UIN Jakarta Publishing turut hadir, diantaranya Ulpah Andayani, Iif Fikriyati, Lina Farida, Lismawarni Dewi, Imas Fathonah, dan Rizki Mulyarahman.

Isian Berita - 25 Februari 2026 - Tak Mau Asal Jadi Kurikulum dan Buku Ajar Disinkronkan, UIN Jakarta Perketat Mutu PublikasiDiskusi berlangsung dinamis. Agus Rifai secara terbuka menyoroti praktik penyusunan buku ajar yang belum sepenuhnya terintegrasi dengan desain kurikulum. Buku ajar, menurutnya, harus menjadi turunan langsung dari kurikulum dan selaras dengan capaian pembelajaran lulusan (CPL).

“Kalau kurikulum berbicara capaian pembelajaran lulusan (CPL), tetapi buku ajarnya tidak diturunkan dari sana, maka yang terjadi adalah inkonsistensi akademik,” ujar Agus Rifai.

Lebih lanjut, menurutnya, buku ajar tidak boleh lagi dipandang sebagai produk administratif untuk memenuhi beban kerja dosen atau akreditasi semata. Namun, buku ajar harus menjadi turunan langsung dari kurikulum dan riset dosen.

Mutu Publikasi Diperketat
Selain membahas sinkronisasi substansi, diskusi juga menyorot pentingnya peningkatan mutu publikasi akademik. Aspek metodologi, kebaruan gagasan, ketepatan sitasi, hingga proses editorial profesional menjadi fokus pembahasan.

Sementara itu, keterlibatan Penerbit RajaGrafindo menunjukkan bahwa peningkatan mutu publikasi tidak bisa dilepaskan dari standar industri penerbitan profesional. Proses editorial, review substansi, tata letak, hingga distribusi menjadi bagian penting dalam memastikan buku ajar tidak hanya layak baca, tetapi juga layak rujuk. Langkah ini juga untuk memastikan buku ajar yang terbit memenuhi standar penerbitan profesional dan memiliki daya edar yang jelas.

Selain itu, diskusi ini juga membuka peluang penyusunan skema pendampingan bagi dosen dalam menulis buku ajar berbasis kurikulum, termasuk penguatan aspek metodologi, kebaruan gagasan, dan kepatuhan terhadap etika akademik.

Kurikulum sebagai Peta Jalan Akademik
Ramdhani Miftah menegaskan bahwa kurikulum bukan sekadar dokumen formal, melainkan peta jalan akademik. “Kurikulum adalah peta jalan akademik. Buku ajar harus menjadi instrumen untuk memastikan peta itu benar-benar dijalankan di ruang-ruang kuliah,” ujar Ramdhani.

Ramdhani Miftah menambahkan, kurikulum merupakan dokumen yang memuat arah keilmuan dan profil lulusan. Karena itu, setiap buku ajar idealnya diturunkan langsung dari kebutuhan kurikulum. Karena itu, forum ini mendorong model kolaborasi antara pengelola kurikulum, perpustakaan, dan publishing untuk menciptakan ekosistem akademik yang lebih terkendali dan terukur.

Diskusi tersebut juga membuka wacana pembentukan skema pendampingan penulisan buku ajar berbasis kurikulum, termasuk penegasan standar etika akademik dan kontrol kualitas substansi.

Jaga Reputasi Akademik
Langkah sinkronisasi kurikulum dan buku ajar ini menjadi bagian dari upaya menjaga reputasi akademik UIN Jakarta sebagai perguruan tinggi keagamaan negeri yang adaptif terhadap perubahan, namun tetap berpegang pada integritas ilmiah.

Dengan pembenahan tersebut, UIN Jakarta berharap setiap buku ajar yang digunakan mahasiswa benar-benar relevan dengan kurikulum, memiliki standar ilmiah yang kuat, serta mendukung peningkatan mutu publikasi akademik secara berkelanjutan. Bagi kampus, persoalannya bukan hanya sekadar menerbitkan buku. Yang dipertaruhkan adalah konsistensi sistem akademik itu sendiri.

Pada akhirnya, upaya ini menegaskan satu hal: dalam urusan akademik, tidak ada ruang untuk asal jadi.
(Kontributor: Rizki Mulyarahman; Desain & Dokumentasi: Rizki Mulyarahman; Penyunting: Agus Rifai/Rizki Mulyarahman)


Untuk update berita dan informasi lebih lanjut, bisa di akses:

website_ https___perpus.uinjkt.ac.idWA_ 0823.2122.1957WA Channel Perpustakaan UIN Jakartaemail_ perpustakaan@apps.uinjkt.ac.idIG_ @perpusuinjkt