Hari Pustakawan Indonesia, Begini Komitmen Perpustakaan UIN Jakarta Membangun Literasi
Gedung Perpustakaan UIN Jakarta, Berita Online – Peringatan Hari Pustakawan Indonesia (07 Juli 2026) menjadi momentum bagi Perpustakaan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta untuk menegaskan komitmennya dalam memperkuat budaya literasi, memperluas akses pengetahuan, serta menghadirkan layanan perpustakaan yang inovatif, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat akademik di era digital.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI), perpustakaan dituntut untuk terus bertransformasi. Tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan koleksi, Perpustakaan UIN Jakarta kini terus bertransformasi menjadi ruang pembelajaran yang adaptif, inklusif, kolaboratif dan mudah diakses. Berbagai program kelas literasi informasi, hingga layanan digital dan koleksi elektronik dihadirkan untuk memastikan akses pengetahuan dapat dinikmati tanpa dibatasi ruang dan waktu.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui sejumlah langkah strategis yang menjadi arah pengembangan Perpustakaan UIN Jakarta, antara lain:
Pertama, mendorong akses pengetahuan tanpa batas ruang dan waktu melalui pengembangan perpustakaan digital, koleksi elektronik, layanan referensi daring, serta akses berbagai sumber informasi ilmiah yang dapat dimanfaatkan kapan pun, dan di mana pun. Hal ini diwujudkan melalui Plaftrom Digital “Touch & Go Mobile Library”, yang dapat diakses secara dual mode; versi Google AppStore, dan versi Windows.
Kedua, menjadi perpustakaan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, dengan menghadirkan layanan yang relevan bagi generasi digital, termasuk pemanfaatan teknologi informasi untuk meningkatkan kualitas layanan kepada pemustaka.
Ketiga, mengintegrasikan layanan literasi dan inovasi, melalui penguatan program Kelas Literasi Informasi, pemanfaatan teknologi berbasis AI, hingga penyediaan berbagai layanan akademik yang mendukung proses pembelajaran, penelitian dan publikasi ilmiah.
Keempat, mewujudkan perpustakaan sebagai ruang belajar masa depan, yaitu ruang yang nyaman, inklusif, kolaboratif, dan inspiratif bagi masyarakat kampus untuk belajar, berdiskusi, berkarya, dan berinovasi.
Kelima, membangun budaya pelayanan yang partisipatif dengan senantiasa terbuka terhadap kritik, saran dan masukan dari para pengunjung sebagai bagian dari komitmen meningkatkan kualitas layanan secara berkelanjutan.
(silahkan klik >> https://s.id/SurveiLayananPerpustakaanUINJakarta)
Dalam kesempatan ini, Kepala Perpustakaan UIN Jakarta, Agus Rifai, mengatakan bahwa Hari Pustakawan Indonesia merupakan momentum untuk memperkuat peran pustakawan sebagai mitra strategis dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan peningkatan kualitas pendidikan tinggi.
“Hari Pustakawan Indonesia bukan hanya menjadi ajang apresiasi profesi pustakawan saja, tetapi momentum untuk menegaskan kembali bahwa perpustakaan adalah penggerak literasi dan mitra strategis dalam membangun ekosistem pembelajaran. Perpustakaan harus terus bertransformasi agar mampu menjawab kebutuhan generasi digital yang menginginkan akses informasi yang cepat, mudah, dan berkualitas,” ujar Agus Rifai, dalam keterangannya, Selasa (7/7).
Transformasi perpustakaan, kata Agus Rifai, tidak hanya diukur dari kemajuan teknologi yang dimiliki, melainkan kemampuan menghadirkan layanan yang memberikan manfaat nyata bagi pengguna.
“Komitmen kami adalah memperkuat literasi digital, mengembangkan layanan yang inovatif, serta menjadikan Perpustakaan UIN Jakarta sebagai ruang belajar masa depan yang terbuka bagi siapa untuk belajar, meneliti, berkolaborasi, dan berkaya,” kata Agus Rifai.
Lebih lanjut, Agus Rifai menambahkan bahwa keberhasilan sebuah perpustakaan juga ditentukan oleh partisipasi aktif para pemustaka. Oleh karena itu, Perpustakaan UIN Jakarta terus membuka ruang dialog dengan seluruh pengunjung sebagai bagian dari budaya peningkatan layanan.
“Kami percaya, bahwa pelayanan terbaik lahir dari kemauan untuk terus mendengar. Karena itu, setiap kritik, saran maupun masukan dari pengunjung merupakan energi positif bagi kamu untuk terus melakukan perbaikan dan menghadirkan layanan yang semakin berkualitas,” ujar Agus Rifai.
Sementara itu, dalam keterangannya di tempat terpisah, Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Asep Saepudin Jahar, menegaskan bahwa perpustakaan merupakan salah satu pilar penting dalam membangun perguruan tinggi yang unggul, innovative, dan berdaya saing global.
“Perpustakaan adalah jantung perguruan tinggi. Dari perpustakaan lahirlah tradisi membaca, budaya riset, pemikiran kritis, dan inovasi. Karena itu, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta akan terus mendukung transformasi Perpustakaan sebagai ruang literasi yang modern, inklusif, dan berbasis teknologi untuk mendukung pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi,” ujar Asep.
Rektor juga mengapresiasi dedikasi seluruh pustakawan yang selama ini menjadi garda terdepan dalam memberikan layanan informasi, dan mendampingi sivitas akademika dalam mengakses berbagai sumber pengetahuan. “Selamat Hari Pustakawan Indonesia kepada seluruh pustakawan di Indonesia, khususnya Pustakawan UIN Jakarta. Teruslah menjadi pembelajar sepanjang hayat, penggerak literasi, dan penjaga peradaban melalui ilmu pengetahuan. Semoga semangat pengabdian yang dimiliki para pustakawan terus menginspirasi lahirnya generasi yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing,” tuturnya.
Melalui momentum Hari Pustakawan Indonesia, Perpustakaan UIN Jakarta menegaskan tekadnya menjadi ruang adaptif, kolaboratif, inklusif, dan inovatif. Dengan memperkuat literasi digital, mengembangkan layanan berbasis teknologi, serta membangun kolaborasi dengan berbagai pihak, Perpustakaan UIN Jakarta berupaya menghadirkan pengalaman belajar yang lebih bermakna sekaligus mendukung terwujudnya UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sebagai Universitas riset berkelas dunia.
(Kontributor: Rizki Mulyarahman; Foto: Rizki Mulyarahman; Penyunting: Agus Rifai/Rizki Mulyarahman)
Untuk update berita dan informasi lebih lanjut, bisa di akses:





