Update Terbaru! Koleksi Fisik Perpustakaan Tembus 48 Ribu, Bukti Komitmen Penguatan Literasi
Gedung Perpustakaan UIN Jakarta, Berita Terkini — Suasana Perpustakaan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta pagi ini, Selasa (03/02) tampak tenang. Bau khas kertas dan lem buku masih setia menyambut siapa pun yang datang —sebuah suasana yang tak tergantikan, bahkan di era serbadigital.
Tanpa banyak yang tahu, di ruang senyap itu, sebuah capaian baru saja dicatat.
Per 3 Februari 2026, koleksi fisik perpustakaan resmi menembus angka 48.694 ekslempar. Angka ini bukan sekedar statistik, melainkan cermin perjalanan panjang, dan penanda bahwa budaya literasi kampus terus dijaga, bahkan diperkuat, di tengah derasnya arus digital.
Di antara deretan rak yang tersusun rapih, setiap buku punya cerita. Ada yang baru datang, dan dicetak, kertasnya masih kaku. Ada pula yang sampulnya mulai pudar, lusuh, bahkan halamannya menguning. Semuanya berdiri berdampingan, menjadi saksi silih berganti koleksi itu digapainya.
Kepala Perpustakaan UIN Jakarta, Agus Rifai, menyampaikan bahwa capaian ini bukan terjadi dalam semalam. “Penambahan koleksi fisik adalah bagian dari komitmen kami untuk memastikan sivitas akademika UIN Jakarta tetap memiliki akses pada sumber rujukan yang kredibel, mendalam, dan terakurasi. Koleksi fisik tetap menjadi sumber penting untuk pembelajaran, riset, dan pengembangan ilmu di tengah derasnya arus digitalisasi,” ujarnya.
Lebih lanjut, Agus Rifai juga mengungkapkan bahwa di tengah kemudahan akses digital, koleksi fisik tetap memiliki peran yang tidak tergantikan. Konsentrasi membaca, kedalaman telaah, hingga pengalaman intelektual yang lebih utuh justru lahir dari interaksi langsung dengan buku cetak.
Peningkatan jumlah koleksi juga dilakukan secara terarah. Pihak perpustakaan menyesuaikan pengadaan dengan kebutuhan kurikulum, usulan sivitas akademika, serta arah tren penelitian. Artinya, angka 48.694 bukan hanya besar secara kuantitas, tetapi juga relevan secara kualitas. “Kami tidak hanya menambah jumlah, tapi juga memperhatikan relevansi, kebutuhan kurikulum, serta usulan sivitas akademika. Jadi, koleksi ini berkembang secara terarah,” lanjut Agus Rifai.
Menariknya, seluruh koleksi tersebut dapat ditelusuri dengan mudah melalui sistem katalog daring. Sivitas akademika dapat dengan mudah mengakses OPAC (Open Public Access Catalog) Perpustakaan UIN Jakarta melalui laman: https://tulis.uinjkt.ac.id.
Melalui OPAC, sivitas akademika bisa mencari judul, pengarang, hingga ketersediaan buku sebelum datang langsung ke perpustakaan. Layanan ini menjadi jembatan antara dunia digital dan koleksi fisik yang tersimpan rapi di rak.
Capaian ini menegaskan satu hal: perpustakaan bukan hanya ruang sunyi yang ditinggalkan zaman. Ia justru terus tumbuh, menyesuaikan diri, sambil tetap menjaga ruh literasi.
Dan di Perpustakaan UIN Jakarta, perjalanan ilmu pengetahuan terus berjalan —pelan, pasti, dan penuh makna.
(Kontributor: Rizki Mulyarahman; Dokumentasi: Tim Perpustakaan UIN Jakarta; Penyunting: Agus Rifai/Rizki Mulyarahman)
Untuk update berita dan informasi lebih lanjut, bisa di akses:





