Moralitas dan Kepercayaan: Paradoks Masyarakat Modern
Moralitas dan Kepercayaan: Paradoks Masyarakat Modern

Ditulis oleh: Prof. Dr. Ahmad Tholabi, S.Ag., S.H., M.H., M.A.
(Guru Besar Fakultas Syariah dan Hukum, Wakil Rektor Bidang Akademik
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)
Artikel ini telah dipublikasikan di kolom opini Media Indonesia pada Rabu, 15 April 2026

Laporan terbaru Pew Research Center (2026) menghadirkan temuan menarik sekaligus menggugah. Dari 25 negara yang disurvei, Amerika Serikat menjadi satu-satunya yang menunjukkan gejala yang tidak lazim, ketika mayoritas warganya justru menilai sesamanya tidak bermoral. Sebanyak 53% responden menyebut masyarakatnya memiliki standar moral dan etika yang buruk.

Temuan ini memberi isyarat adanya pergeseran yang lebih dalam terkait cara moralitas dipahami. Cara pandang tersebut bergerak menjauh dari fungsinya sebagai fondasi kepercayaan sosial dan tumbuh dalam suasana yang dipenuhi kecurigaan.

Dalam lanskap peradaban modern yang terus melaju, laporan ini menangkap kecenderungan merosotnya kepercayaan moral antar sesama. Situasi ini mengarah pada pembacaan bahwa persoalan yang muncul berkaitan dengan krisis persepsi moral, yaitu ketika keyakinan terhadap integritas etik kolektif tidak lagi kokoh.


Untuk update berita dan informasi lebih lanjut, bisa di akses:

website_ https___perpus.uinjkt.ac.idWA_ 0823.2122.1957WA Channel Perpustakaan UIN Jakartaemail_ perpustakaan@apps.uinjkt.ac.idIG_ @perpusuinjkt