Mind Blowing! UIN Palopo Kepincut Layanan Perpustakaan UIN Jakarta
Mind Blowing! UIN Palopo Kepincut Layanan Perpustakaan UIN Jakarta

Gedung Perpustakaan UIN Jakarta, Berita Online — Siapa bilang perpustakaan itu kaku, sunyi, dan membosankan? Stigma itu seketika langsung runtuh, saat rombongan dari Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo menginjakkan kaki di Perpustakaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Pasalnya, Selasa (07/04) pagi itu, kunjungan yang awalnya tampak biasa, berubah jadi momen “mind blowing”. Rombongan dibuat terpukau ketika melihat bagaimana perpustakaan tak lagi dibatasi ruang —akses ilmu pengetahuan kini bisa dijangkau dari mana saja, dan kapan saja.

Isian Berita - 08 April 2026 - Mind Blowing! UIN Palopo Kepincut Layanan Perpustakaan UIN Jakarta (1)Rombongan UIN Palopo dipimpin oleh Zainuddin, selaku Kepala Unit Penunjang Akademik (UPA) Perpustakaan, didampingi Syamsiar Guntur (Pustakawan Ahli Madya), dan Nur Fadhilah (Tenaga Kependidikan, Staf Wakil Rektor Bidang Akademik). Mereka datang bukan sekadar kunjungan kerja biasa, tapi untuk “membongkar” langsung inovasi layanan perpustakaan berbasis digital yang kini jadi sorotan.

Mereka disambut hangat oleh Kepala Perpustakaan UIN Jakarta, Agus Rifai, beserta para pustakawan —Maryulisman, Mudianah Mahmud, Priyo Supriyadi, Ahmad Nawawi, dan Septian Nurhakim.

Senyum, canda dan tawa mengawali perjumpaan ini. Singkatnya, Zainuddin mengungkapkan bahwa kunjungan ini bukan hanya tentang melihat, tetapi memahami —bagaimana sebuah perpustakaan bisa berevolusi di tengah gelombang digitalisasi yang tak terelakkan. “Kami ingin melihat langsung bagaimana inovasi layanan yang telah dikembangkan oleh Perpustakaan UIN Jakarta menjadi referensi bagi pengembangan layanan di UIN Palopo,” ujar Zainuddin.

Isian Berita - 08 April 2026 - Mind Blowing! UIN Palopo Kepincut Layanan Perpustakaan UIN JakartaSementara itu, Agus Rifai menyampaikan rasa terimakasih atas kunjungan silaturahmi ini. Perpustakaan, kata Agus, selama ini identik dengan keheningan. Tapi, di UIN Jakarta, definisi itu seakan runtuh. “Perpustakaan bukan lagi sekadar ruang fisik, dengan segala tumpukan koleksi,” ujar Agus Rifai, membuka percakapan.

Di hadapan para tamu, ia tidak sekadar menjelaskan tentang beragam layanan perpustakaan. Ia sedang menceritakan sebuah arah transformasi —tentang bagaimana perpustakaan beradaptasi di tengah perubahan zaman yang serba cepat.

Di era digital, menurut Agus, pengetahuan tidak lagi menunggu untuk dicari. Ia harus hadir. Mendekat. Bahkan, menjemput penggunanya. Di titik inilah, Perpustakaan UIN Jakarta mengambil langkah berani.

Diskusi pun berlangsung dinamis. Salah satu momen yang paling menyita perhatian rombongan UIN Palopo adalah ketika diperlihatkan layanan Touch & Go Mobile Library. Ini, kata Agus, bukan sekadar aplikasi, platform ini menjadi pintu masuk ke ribuan sumber informasi. Tanpa perlu antre. Tanpa batas ruang dan waktu.

Namun, inovasi tidak berhenti di situ. Agus Rifai juga memperkenalkan satu konsep yang menjadi fondasi dari seluruh arah transformasi ini: “Library Every Space”. Sebuah gagasan yang mengintegrasikan layanan fisik dan digital dalam satu ekosistem pengetahuan. “Perpustakaan hari ini tidak lagi sekadar ruang baca, tapi harus mampu hadir di setiap ruang kehidupan pengguna,” tegas Agus Rifai.

Lewat konsep ini, akses terhadap sumber informasi menjadi jauh lebih luas dan fleksibel. E-Book, jurnal akademik, katalog perpustakaan —semuanya bisa diakses hanya dalam beberapa sentuhan dengan sistem yang user-friendly.

Tak hanya itu, integrasi pemanfaatan e-resources semakin memperkuat layanan. Platform Touch & Go Mobile Library bahkan tersedia dalam dual mode, baik melalui Google Play Store maupun Windows, sehingga memudahkan akses lintas perangkat. “Kalau perpustakaan tidak mendekat, ia akan ditinggalkan,” ujar Agus Rifai. Perpustakaan tidak lagi berada di satu tempat. Ia dipaksa menyebar. Masuk ke ruang-ruang digital. Masuk ke perangkat pribadi. Hadir di mana saja.

Isian Berita - 08 April 2026 - Mind Blowing! UIN Palopo Kepincut Layanan Perpustakaan UIN Jakarta (2)Selama diskusi berlangsung, kunjungan ini menjadi ruang dialog —tentang kolaborasi, bahkan kerjasama dalam pengembangan arah layanan perpustakaan yang semakin bergerak cepat.

“Kunjungan ini membuka perspektif baru bagi kami,” ujar Zainuddin. Kalimat yang terdengar normatif. Tapi dibaliknya, ada kesadaran yang lebih dalam —bahwa apa yang mereka lihat bukan sekadar inovasi, melainkan kebutuhan untuk segera beradaptasi.

Di akhir diskusi, ada satu hal terasa jelas: dunia perpustakaan sedang berubah. Perpustakaan bukan lagi soal buku. Tapi soal bagaimana pengetahuan bisa diakses dengan mudah, cepat dan relevan.

Bagi mereka —UIN Palopo, ini bukan hanya soal teknologi. Ini tentang bagaimana kemudahan. Tentang bagaimana mahasiswa dan dosen bisa mengakses pengetahuan kapan saja, tanpa harus terikat oleh jam operasional atau lokasi fisik.
(Kontributor: Rizki Mulyarahman; Dokumentasi: Rizki Mulyarahman; Penyunting: Agus Rifai/Rizki Mulyarahman)

(Dokumentasi, 07 April 2026)


Untuk update berita dan informasi lebih lanjut, bisa di akses:

website_ https___perpus.uinjkt.ac.idWA_ 0823.2122.1957WA Channel Perpustakaan UIN Jakartaemail_ perpustakaan@apps.uinjkt.ac.idIG_ @perpusuinjkt