Menghapus Batas Waktu, Akses Literasi Makin Mudah: Perpustakaan UIN Jakarta Hadir 24 Jam
Gedung Perpustakaan UIN Jakarta, Berita Online — Kabar Baik bagi sivitas akademika Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Pasalnya, Perpustakaan UIN Jakarta tak lagi tunduk pada jam operasional pada umumnya, kini layanan di buka 24 non-stop, membuka akses ilmu tanpa batas waktu dan ruang di lingkungan kampus. Kebijakan ini menjadi langkah strategis untuk menjawab kebutuhan belajar yang semakin fleksibel.
Langkah ini, sivitas akademika —mahasiswa, dosen, maupun tenaga kependidikan, tak lagi terikat jam operasional. Ini adalah pergeseran cara pandang: dari perpustakaan sebagai ruang yang hidup sepanjang waktu —pagi, siang, bahkan hingga dini hari.
Kepala Perpustakaan UIN Jakarta, Agus Rifai, menegaskan bahwa kebijakan ini adalah bentuk komitmen dan keberanian institusi dalam membaca perubahan zaman yang kian dinamis. “Perpustakaan tidak boleh lagi dibatasi oleh waktu. Ketika mahasiswa membutuhkan akses ilmu kapan pun, maka perpustakaan harus hadir. Layanan 24 jam ini adalah bentuk komitmen kami untuk memastikan proses belajar tidak pernah terhenti,” tegas Agus Rifai, dalam keterangannya, Kamis (26/03).
Lebih jauh dalam keterangannya, Agus Rifai menegaskan bahwa kebijakan ini menjadi sinyal bahwa UIN Jakarta tengah mendorong transformasi budaya akademik. Perpustakaan tidak lagi sebagai pelengkap, tetapi menjadi denyut peradaban intelektual kampus. “Ini bukan sekadar layanan, tapi bagian dari upaya membangun budaya akademik yang kuat. Kami ingin perpustakaan menjadi ruang yang terus hidup, menjadi ruang peradaban intelektual kampus,” kata Agus Rifai.
Ia menyebut, banyak dari sebagian mahasiswa justru menemukan produktivitasnya di luar jam operasional —selepas jam perkuliahan, bahkan di luar aktivitasnya, fokus mereka menjadi lebih tajam. “Di malam hari, justru lahir banyak ide —ketika seluruh aktivitas rutin terhenti. Kami ingin memastikan perpustakaan hadir di saat mereka —mahasiswa, memiliki ruang yang nyaman dan kondusif untuk belajar kapan pun mereka siap,” tambahnya.
Namun, perubahan paling signifikan terjadi pada wajah perpustakaan digital. Pustakawan Pengelola Akses e-book, Lina Farida, menyampaikan bahwa kehadiran perpustakaan 24 jam non-stop pada dasarnya merupakan kombinasi antara ruang fisik dan ekosistem digital yang terus hidup. “Perpustakaan tidak lagi hanya soal ruang baca yang nyaman. Justru fondasi utama terletak pada akses digital, terutama e-book, yang bisa digunakan kapan saja. Bahkan saat mahasiswa tidak berada di kampus, perpustakaan tetap ‘hadir’ bersama mereka, ujar Lina Farida.
Akses e-book, kata Lina Farida, pola belajar mahasiswa saat ini semakin bergeser ke arah fleksibilitas. “Dengan akses e-book, mereka bisa langsung mencari, membaca, dan mengutip tanpa hambatan. Tugas kami memastikan akses itu selalu tersedia,” jelas Lina Farida.
Touch & Go Mobile Library, sebuah aplikasi perpustakaan digital yang memungkinkan sivitas akademika mengakses berbagai koleksi bacaan secara praktis melalui perangkat ponsel pintar. Melalui aplikasi ini, sivitas akademika dapat menjelajahi beragam koleksi e-book dan bacaan digital lainnya yang tersedia di perpustakaan tanpa harus datang langsung ke gedung perpustakaan. Pengguna cukup mengunduh aplikasi Touch & Go Mobile Library melalui platform Google Playstore, kemudian melakukan login yang terhubung dengan akun Google atau email gmail.
Klik Unduh >> Aplikasi Touch & Go Mobile Library
Perlu untuk diketahui, aplikasi Touch & Go Mobile Library ini dirancang untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih fleksibel dan mudah diakses. Melalui fitur pencarian katalog digital, pengguna dapat menemukan berbagai e-book, membaca secara langsung melalui aplikasi. Ketika klik pinjam dan baca, tanpa perlu khawatir akan tunggakan peminjaman, karena secara otomatis e-book kembali ke dalam katalog digital. Dengan memanfaatkan teknologi mobile, perpustakaan kini tidak lagi terbatas oleh ruang dan waktu, melainkan dapat hadir di genggaman tangan para pengguna.
Hari ini, fleksibilitas akses terhadap ilmu pengetahuan menjadi penentu. Perpustakaan UIN Jakarta hadir tanpa batas waktu dan ruang, ini merupakan cara strategis untuk mendorong produktivitas dan kualitas karya ilmiah sivitas akademika. Ada hal yang menjadi pesan kuat: ‘Belajar tidak lagi mengenal batas ruang dan waktu’.
(Kontributor: Rizki Mulyarahman; Dokumentasi: Lina Farida; Penyunting: Agus Rifai/Rizki Mulyarahman)
Untuk update berita dan informasi lebih lanjut, bisa di akses:





