Membedah Wacana Islam Pasca-11 September: 5 Buku Kritis Pilihan Perpustakaan UIN Jakarta
Membedah Wacana Islam Pasca-11 September: 5 Buku Kritis Pilihan Perpustakaan UIN Jakarta

Halo Sobat Perpus UIN Jakarta! Perpustakaan UIN Jakarta, Rekomendasi Buku – Mencari referensi akademik yang relevan kini semakin mudah. Perpustakaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta kembali menghadirkan koleksi pilihan yang siap menjadi teman belajar bagi mahasiswa, dosen, peneliti, maupun sivitas akademika lainnya. Beragam buku pilihan dengan tema pendidikan, sastra, bahasa, ekonomi syariah, hingga pengembangan ilmu pengetahuan hadir untuk memperkaya pengalaman membaca sekaligus mendukung kegiatan studi dan riset.

Melalui penambahan koleksi ini, Perpustakaan UIN Jakarta terus memperkuat komitmennya sebagai ruang literasi dan informasi akademik. Setiap buku dipilih berdasarkan kualitas isi, relevansi keilmuan, serta manfaatnya bagi kebutuhan pembelajaran di perguruan tinggi. Dengan demikian, pemustaka tidak hanya memperoleh akses terhadap bacaan terbaru, tetapi juga referensi yang mampu memperluas perspektif dan memperdalam pemahaman terhadap berbagai bidang ilmu.

Christian responses to Islam: Muslim-Christian relations in the modern world

Editor: O'Mahony, Anthony;Loosley, Emma

Christian responses to Islam Muslim Christian relations in the modern world

Setelah peristiwa 9/11, banyak diskusi yang mengemuka mengenai perlunya keterlibatan secara bermakna dengan Islam, tetapi dari mana kita harus memulai, dan pendekatan seperti apa yang tepat? Buku Christian responses to Islam: Muslim-Christian relations in the modern world, yang kini tersedia dalam versi paperback untuk pertama kalinya, mengulas berbagai studi kasus dari seluruh dunia untuk mengeksplorasi bagaimana kelompok-kelompok Kristen—terkadang sebagai minoritas, terkadang sebagai mayoritas—berinteraksi dengan tetangga Muslim mereka dalam upaya membangun masyarakat yang damai. Beberapa inisiatif tersebut bersifat politis, sebagian lainnya dijalankan oleh otoritas gereja, dan beberapa merupakan gerakan berbasis masyarakat. Semuanya menawarkan pendekatan berbeda terhadap berbagai situasi dalam dialog Kristen-Islam.

Untuk pertama kalinya, strategi-strategi global dalam dialog ini diterbitkan dalam satu buku oleh sejumlah akademisi ternama. Sementara publikasi sebelumnya cenderung memfokuskan pada satu kawasan geografis tertentu—biasanya Timur Tengah atau Eropa—buku ini menjaring lebih luas, membahas isu-isu seperti meningkatnya Islam radikal di negara-negara pasca-Soviet, imigrasi Indonesia di Australia, dan penyebaran Islam di kalangan masyarakat Afrika Selatan kulit hitam setelah runtuhnya apartheid.

Buku ini menjadi bacaan wajib bagi para akademisi serta semua pihak yang tertarik pada politik, peristiwa terkini, agama, atau studi perdamaian, sebagai panduan komprehensif mengenai kondisi hubungan Kristen-Islam kontemporer.

Temukan koleksi buku ini, klik >>


Writing British Muslims: religion, class and multiculturalism

Penulis: Ahmed Rehana

Writing British Muslims religion, class and multiculturalismPeristiwa Rushdie, 11 September 2001, dan serangan 7/7 mendorong Muslim Inggris ke pusat perdebatan yang semakin tegang mengenai multikulturalisme. Citra-citra stereotip semakin berkembang, mereduksi kelompok minoritas yang heterogen ini menjadi serangkaian pernyataan singkat di media.

Buku Writing British Muslims: religion, class and multiculturalism mengkaji representasi sastra kontemporer tentang Muslim oleh penulis-penulis Inggris keturunan Muslim Asia Selatan—termasuk Salman Rushdie, Hanif Kureishi, Monica Ali, dan Nadeem Aslam—untuk mengeksplorasi kontribusi mereka terhadap pertanyaan-pertanyaan mendesak mengenai politik multikultural dan posisi Muslim di Inggris. Dengan berfokus pada kelas, serta interseksinya dengan keyakinan, 'ras', dan gender dalam pembentukan identitas dan komunitas, buku ini menantang dikotomi antara kebebasan sekuler dan penindasan agama yang membatasi cara berpikir tentang Muslim Inggris, serta menawarkan perspektif yang lebih halus dalam perdebatan dan kontroversi mengenai multikulturalisme.

Buku ini akan menarik bagi akademisi serta mahasiswa pascasarjana dan mahasiswa tahun terakhir di bidang studi pasca-kolonial, studi Inggris, dan studi budaya.

Temukan koleksi buku ini, klik >>


Muslims in Britain : race, place and identities

Editor: Hopkins, Peter;Gale, Richard

 

Muslims in Britain race, place and identities

Pasca peristiwa 11 September 2001 di Amerika Serikat, dan terutama ledakan di jalur kereta bawah tanah London pada 7 Juli 2005 serta insiden di Bandara Glasgow pada 30 Juni 2007, semakin banyak perhatian publik tertuju pada kaum Muslim di Britania. Dalam konteks perdebatan ini, buku Muslims in Britain : race, place and identities menghadirkan serangkaian wawasan inovatif mengenai kehidupan sehari-hari Muslim yang tinggal di Britania kontemporer, berupaya melampaui stereotip yang selama ini lazim mengenai arti menjadi 'Muslim'.

Menggabungkan penelitian empiris orisinal dengan pendekatan teoretis, kumpulan tulisan ini menawarkan berbagai refleksi tentang bagaimana Muslim di Britania menjalani kehidupan sehari-hari, menghadapi pengalaman rasisme dan eksklusi, serta membangun jaringan lokal dan koneksi global. Para penulis mengulas berbagai tema luas, termasuk hubungan gender, isu pendidikan dan ekonomi, migrasi dan mobilitas, agama dan politik, rasisme dan islamofobia, serta proses pembentukan dan perdebatan mengenai identitas Muslim. Benang merah dari pembahasan tema-tema tersebut adalah perhatian utama terhadap pentingnya geografi dalam menentukan bagaimana Muslim menghadapi pengalaman harian mereka, serta pembentukan identitas mereka yang diwarnai oleh ras, gender, dan agama. Yang paling menonjol adalah fokus pada peran rumah dan komunitas lokal, pengaruh ekonomi dan bangsa, serta kekuatan koneksi transnasional dan mobilitas dalam kehidupan sehari-hari Muslim di Britania.

Termasuk tulisan-tulisan dari: Louise Archer, Yahya Birt, Sophie Bowlby, Claire Dwyer, Richard Gale, Peter Hopkins, Lily Kong, Sally Lloyd-Evans, Sean McLoughlin, Sharmina Mawani, Tariq Modood, Anjoom Mukadam, Caroline Nagel, Deborah Phillips, Bindi Shah, dan Lynn Staeheli

Temukan koleksi buku ini, klik >>


On Suicide Bombing

Penulis: Talal Asad 

On Suicide Bombing

Seperti banyak orang di Amerika dan seluruh dunia, Talal Asad mengalami peristiwa 11 September 2001 sebagian besar melalui media dan tanggapan emosional orang-orang di sekitarnya. Bagi banyak non-Muslim, "peledak bunuh diri" dengan cepat menjadi simbol "budaya kematian Islam"—sebuah lompatan konseptual yang menurut Asad problematik. Apakah ada terorisme yang termotivasi secara keagamaan? Jika ya, bagaimana ia berbeda dari bentuk-bentuk kekejaman lainnya? Apa yang membuat motivasinya disebut "keagamaan"? Di mana posisinya dalam hubungannya dengan bentuk-bentuk kekerasan kolektif lainnya?

Berdasarkan bekal pengetahuan luasnya dalam kajian tradisi sekuler dan keagamaan, serta pemahamannya terhadap teori dan penelitian sosial, politik, dan antropologi, Asad mempertanyakan asumsi-asumsi Barat mengenai kematian dan pembunuhan. Ia mengkaji secara kritis gagasan "benturan peradaban", klaim bahwa "jihadisme Islam" merupakan inti terorisme modern, serta argumen yang diajukan para liberal untuk membenarkan peperangan di zaman kita. Ia secara kritis merespons berbagai penjelasan tentang terorisme bunuh diri, menelusuri kecenderungan banyak penulis untuk terpaku pada motif para pelaku. Pada akhirnya, Asad mengkaji respons emosional kita terhadap bunuh diri (termasuk terorisme bunuh diri) dan rasa horor yang ditimbulkannya.

Buku On Suicide Bombing adalah analisis orisinal dan provokatif yang mengkritik karya para intelektual dari kiri maupun kanan. Meskipun memerangi kejahatan adalah konsep lama, konsep ini menemukan bentuk ekspresi baru yang mengganggu dalam "perang melawan teror" kontemporer kita. Bagi Asad, penting bagi kita untuk tetap menyadari kekuatan-kekuatan yang membentuk wacana seputar bentuk kekerasan ini. Dengan mempertanyakan asumsi-asumsi kita tentang cara-cara pembunuhan yang dianggap "moral" dan "tidak moral", ia mengungkap kontradiksi rapuh yang menjadi bagian dari subjektivitas modern kita.


Temukan koleksi buku ini, klik >>


The securitisation of Islam : covert racism and affect in the United States post-9/11

Penulis: Eroukhmanoff Clara

The securitisation of Islam covert racism and affect in the United States post-9 11

Buku The securitisation of Islam : covert racism and affect in the United States post-9/11 merupakan analisis yang sangat relevan mengenai sekuritisasi Islam sejak peristiwa 9/11, dan menyajikan kajian orisinal tentang islamofobia dan kerapuhan kulit putih dalam konteks meningkatnya ekstremisme sayap kanan di Eropa dan Amerika Serikat.

Buku ini mengurai bagaimana berbagai pemerintahan di Amerika Serikat dapat menerapkan langkah-langkah kontraterorisme yang diskriminatif terhadap komunitas Muslim, sambil pada saat bersamaan menyatakan bahwa mereka “tidak rasis”. Eroukhmanoff mengatasi paradoks ini dengan menghubungkan wacana terorisme Islam dengan rasisme terselubung, serta mengungkap cara-cara terselubung di balik proses sekuritisasi tersebut. Selain itu, buku ini mengkritik pendekatan “lunak” dan “keras” dalam kontraterorisme, serta mengusulkan cara berpikir alternatif mengenai (kontra)radikalisasi melalui pendekatan perspektif kuantum.

Berdasarkan pada “perguliran afektif” (affective turn), Eroukhmanoff berargumen bahwa sekuritisasi terselubung menghilangkan pengalaman emosional yang biasanya mewarnai tindakan sekuritisasi, dan bahwa de-afektivisasi ini memungkinkan subjek kulit putih Amerika dibentuk sebagai pihak yang tak bersalah dan terancam, sementara subjek Muslim dibentuk sebagai teroris potensial, sehingga menjadi sekadar objek sekuritisasi.

Temukan koleksi buku ini, klik >>


Hadirnya koleksi terbaru menjadi kesempatan bagi Sivitas Akademika untuk menemukan bacaan yang sesuai dengan minat dan kebutuhan akademik. Setiap buku tidak hanya menyajikan teori, tetapi juga menawarkan gagasan, pengalaman, dan solusi yang dapat memperkaya proses belajar serta mendukung lahirnya penelitian yang berkualitas.

Dengan koleksi fisik yang terus bertambah serta dukungan layanan digital, Perpustakaan UIN Jakarta terus berupaya menghadirkan akses informasi yang lebih cepat, mudah, dan inklusif bagi seluruh sivitas akademika. Saatnya menjelajahi koleksi terbaru, menemukan inspirasi baru, dan menjadikan perpustakaan sebagai mitra terbaik dalam perjalanan belajar dan riset.
(Kontributor: Maryulisman; Penyunting: Agus Rifai/Maryulisman)

Untuk update berita dan informasi lebih lanjut, bisa di akses:

website_ https___perpus.uinjkt.ac.idWA_ 0823.2122.1957WA Channel Perpustakaan UIN Jakartaemail_ perpustakaan@apps.uinjkt.ac.idIG_ @perpusuinjkt