Layanan Fisik Tutup? Tenang! Perpustakaan UIN Jakarta Beralih ke Ruang Digital, Ini 3 Akses Wajib Mahasiswa Ketahui
Layanan Fisik Tutup? Tenang! Perpustakaan UIN Jakarta Beralih ke Ruang Digital, Ini 3 Akses Wajib Mahasiswa Ketahui

Gedung Perpustakaan UIN Jakarta, Berita Online — Era antre dan layanan konvesional tampaknya benar-benar tinggal cerita. Pasalnya, Perpustakaan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta kini semakin agresif mengalihkan layanan fisik ke ruang digital. Sivitas akademika —mahasiswa, dosen, maupun tenaga kependidikan, yang tidak segera beradaptasi bakalan berisiko tertinggal.

Perubahan ini menjadi jawaban atas kebutuhan akses informasi dan layanan yang fleksibel, dan tidak terbatas ruang serta waktu. Di tengah kebijakan kerja fleksibelWFA atau WFH, dan juga mobilitas sivitas akademika yang semakin dinamis, perpustakaan hadir dalam format baru: lebih dekat, lebih praktis, bahkan langsung dari genggaman ponsel pintar.

Kepala Perpustakaan UIN Jakarta, Agus Rifai, dalam keterangan resminya (Jum’at, 27 Maret 2026) menyebut bahwa perubahan ini bukan sekadar inovasi layanan, melainkan perubahan cara sivitas akademika maupun masyarakat luas bertahan dalam ruang informasi yang kian dinamis. “Kami ingin memastikan sivitas akademika maupun masyarakat luas, tidak terhambat oleh proses administratif, bahkan pelayanan fisik. Beragam layanan penting, kini bisa diakses secara digital,” ujar Agus Rifai.

1. Bebas Pustaka Online: Syarat Daftar Wisuda, Dulu Antre Sekarang Tinggal Klik
Bebas Pustaka OnlineBagi Mahasiswa tingkat akhir, layanan ini menjadi syarat administrasi wajib bagi mahasiswa yang akan menyelesaikan studi. Jika dulu, mahasiswa harus datang, antre dan menunggu verifikasi manual, kini semua cukup dilakukan lewat system daring.

Mahasiswa hanya perlu mengisi Form Online, dan mengunggah dokumen yang dipersyaratkan. Verifikasi dilakukan secara cepat oleh petugs. Jika tidak ada tanggungan —peminjaman atau pengembalian buku, status bebas pustaka langsung diproses. Akses >> Bebas Pustaka Online

“Kini, mahasiswa yang ingin bebas pustaka, tidak perlu antre bahkan datang ke perpustakaan. Cukup akses informasi resmi —website atau media sosial, kemudian klik di ponsel pintar, proses bebas pustaka makin mudah,” ujar Ainur Rofiq, Pustakawan UIN Jakarta.

Dampaknya sangat jelas: proses kelulusan semakin mudah dan cepat, tanpa ada drama antre dan datang ke perpustakaan.

2. Touch & Go Mobile Library, Ribuan E-Book dalam Genggaman
Aplikasi Touch & Go Mobile LibraryNamun, perubahan terbesar bukan hanya pada persoalan administrasi semata. Kini, ada pada cara sivitas akademika membaca. Lewat Touch & Go Mobile Library, perpustakaan justru benar-benar “turun tangan” ke ponsel pintar sivitas akademika. Ribuan koleksi digital kini bisa diakses hanya dalam hitungan detik.

Tidak ada lagi alasan sulit mencari buku. Cukup unduh aplikasi, login, cari judul, klik baca —semua langsung tersedia. Lebih menariknya lagi, sistem peminjaman e-book sepenuhnya otomatis. Tidak ada drama denda, tidak ada keterlambatan pengembalian koleksi. Buku yang di baca, akan kembali sendiri ke sistem katalog digital.

Klik Unduh >> Aplikasi Touch & Go Mobile Library 

Sebuah sistem yang sunyi, tapi revolusioner. Pustakawan Pengelola E-Book, Lina Farida, melihat perubahan ini sebagai pergeseran budaya, bukan lagi sekadar teknologi. “Mahasiswa hari ini butuh akses cepat dan fleksibel. Perpustakaan harus mengikuti ritme itu. Sekarang, membaca tidak lagi soal tempat, melainkan soal kemauan,” kata Lina Farida.

3. Go Library, Layanan Informasi & Administrasi Perpustakaan, Kini Tinggal Chat Saja
Kontak Go LibraryInovasi lain —tidak ingin setengah-setengah, Perpustakaan UIN Jakarta juga menghadirkan ‘Go Library’, layanan informasi administrasi perpustakaan berbasis WhatsApp Business. Melalui nomor 0823.2122.1957, sivitas akademika maupun masyarakat luas bisa mengakses informasi, atau bahkan mengurus kebutuhan administrasi perpustakaan —cukup lewat chat saja.

Melalui platform Chat Whatsapp Business Go Library, dirancang untuk memberikan kemudahan dan efisiensi dalam pengelolaan beragai kebutuhan administrasi perpustakaan seperti informasi layanan perpustakan —tanpa harus datang langsung ke gedung perpustakaan. Kehadiran Go Library menjadi bagian dari upaya transformasi layanan digital Perpustakaan UIN Jakarta untuk menghadirkan pelayanan yang lebih praktis, dan mudah diakses —selama tersedia akses internet.

Perpustakaan, dalam bentuk paling manusiawi: hadir, mendengar dan merespons.

Satu Pesan Penting: Adaptasi atau Tertinggal?
Transformasi ini mengirim pesan yang kuat: dunia akademik bergerak fleksibel, dan layanan perpustakaan ikut berlari. Ia —perpustakaan, telah berevolusi menjadi ekosistem digital yang hidup, adaptif, dan selalu terhubung dengan kebutuhan penggunanya.

Perpustakaan bukan lagi soal ruang fisik, melainkan sistem digital yang selalu hadir 24 jam. Pada akhirnya, mahasiswa UIN Jakarta kini tidak punya alasan untuk tertinggal atau tidak mengetahui informasi. Semua sudah tersedia —tinggal diakses, selama tersedianya akses internet.

Karena hari ini, bukan lagi siapa yang datang ke perpustakaan, tapi siapa yang mampun memanfaatkan perpustakaan digital secara maksimal.
(Kontributor: Rizki Mulyarahman; Desain: Ilustrasi AI; Penyunting: Agus Rifai/Rizki Mulyarahman)


Untuk update berita dan informasi lebih lanjut, bisa di akses:

website_ https___perpus.uinjkt.ac.idWA_ 0823.2122.1957WA Channel Perpustakaan UIN Jakartaemail_ perpustakaan@apps.uinjkt.ac.idIG_ @perpusuinjkt