#Kulik_Koleksi Hidup di Era Online : Bahagia di Dunia Maya, Rapuh di Dunia Nyata?
Apakah internet benar-benar membuat hidup kita lebih bahagia?
Atau justru diam-diam memperbesar kecemasan, dan kelelahan mental?
Pertanyaan inilah yang menjadi benang merah dalam buku Internet dan Kesehatan Mental: Membuat Bahagia atau Malah Sengsara? karya Lubis Namora Lumangga dan Hasnida —sebuah karya yang mengajak pembaca berpikir kritis tentang relasi manusia modern dengan dunia digital.
| Penulis | : Lubis Namora Lumangga dan Hasnida |
|---|---|
| Penerbit | : Prenadamedia Group |
| ISBN | : 978-623-383-186-9 |
| No. Panggil | : 158.35 LUB i |
Di tengah arus digitalisasi yang kian masif, internet telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari—mulai dari belajar, bekerja, hingga membangun relasi sosial. Namun, di balik kemudahan dan kecepatan akses informasi, muncul persoalan serius yang semakin mengemuka: kesehatan mental di era digital. Fenomena kecemasan, kelelahan emosional, kecanduan gawai, hingga krisis identitas di media sosial kini bukan lagi isu pinggiran, melainkan realitas yang dihadapi pelajar, mahasiswa, dan masyarakat luas.
Melalui pendekatan psikologi siber, psikologi kesehatan, dan psikologi konseling, buku ini menjelaskan bagaimana intensitas penggunaan internet dapat memengaruhi emosi, perilaku, serta kesejahteraan mental. Fenomena seperti kecanduan digital, kecemasan sosial daring, hingga tekanan psikologis akibat media sosial dibahas secara komprehensif, disertai dengan kerangka pemahaman dan penanganan yang relevan dengan kondisi kekinian.
Buku Internet dan Kesehatan Mental: Membuat Bahagia atau Malah Sengsara? karya Lubis Namora Lumangga dan Hasnida menjadi sangat relevan dalam konteks kekinian karena menawarkan kerangka pemahaman psikologis atas fenomena tersebut. Saat pembelajaran daring, media sosial, dan ruang virtual semakin mendominasi, buku ini membantu pembaca memahami bagaimana interaksi digital memengaruhi kondisi psikologis, pola pikir, serta kesejahteraan mental individu.
Jika dikaitkan dengan meningkatnya perhatian dunia pendidikan terhadap isu well-being siswa atau mahasiswa, yang berpadu dengan paparan digital tanpa batas —bukan hanya berorientasi pada capaian kognitif, tetapi juga pada kesehatan mental. Dalam hal ini, buku ini dapat menjadi rujukan bagi pendidik, konselor, dan pengelola institusi pendidikan dalam merumuskan strategi pendampingan psikologis yang adaptif terhadap era internet.
Temukan Koleksi >>>
Temukan Koleksi >>>
(Kontributor: *RMr; Penyunting: Tim Redaksi/AR)
Untuk update berita dan informasi lebih lanjut, bisa di akses:
Tag :






