Kolaborasi UIN Jakarta Press dan LPM, Benahi Penerbitan Ilmiah
LPM Office, Berita Online — Awalnya terlihat seperti rapat koordinasi biasa. Ruangan tenang, duduk rapih, agenda rapat pun tampak normatif. Tapi siapa sangka, dari ruang sepi tersebut justru lahir sinyal kuat: UIN Jakarta sedang menyiapkan “reset besar” dalam dunia penerbitan ilmiah.
Rabu (08/04) kemarin siang, Tim UIN Jakarta Press dan Lembaga Penjamin Mutu (LPM) UIN Jakarta kembali duduk satu meja.
Ini bukan pertemuan pertama —bahkan sudah yang ketiga kalinya.
Buku ajar tak hanya sekadar terbit, tapi harus lolos standar mutu yang ketat.
Kepala Pusat Pembelajaran dan Pengembangan Kurikulum LPM UIN Jakarta, Ramdhani Miftah, langsung membuka rapat dengan nada serius. Ia menegaskan bahwa proses ini bukan formalitas.
“Ini sudah rapat yang ketiga kalinya. Artinya, kita sudah tidak lagi berbicara konsep, tapi naskah yang akan terbit benar-benar siap secara mutu,” tegas Kang Dani —sapaan akrabnya.
LPM mulai menarik garis lurus.
Mana naskah yang layak, mana yang perlu diperbaiki.
Mana yang bisa naik kelas, mana yang harus ditahan dulu.
Kalimat itu jadi “kode keras” —bahwa ke depan, tidak semua naskah —ber-ISBN bisa lolos begitu saja.
Ada standar yang harus diperketat.
Ada sistem yang sedang dibenahi.
Di titik ini, buku yang ber-ISBN, yang diterbitkan oleh UIN Jakarta Press bukan lagi sekadar asal terbit, tapi cermin kualitas akademik UIN Jakarta dihadapan publik luas.
Sementara itu, Ahmad Saehuddin, Sekretaris LPM UIN Jakarta, bahkan membongkar satu masalah klasik:
naskah ilmiah yang ingin terbit selama ini sering dianggap tahap akhir, bukan bagian dari sistem mutu.
Padahal, menurutnya, justru di situlah letak penilaian sesungguhnya. “Publikasi itu wajah kampus. Kalau ingin mutu kita ingin diakui, maka yang kita terbitkan juga harus berkualitas,” tegas Ahmad Saehuddin.
Ia juga menyinggung arah besar UIN Jakarta Press —yang kini tidak lagi cukup berperan sebagai “penerbit teknis”.
Dan di sinilah posisi UIN Jakarta Press mulai menemukan pola dan ritme baru.
Direktur UIN Jakarta Press, Ulpah Andayani, tidak menutup-nutupi arah tersebut. “Kami mengucapkan terimakasih atas kolaborasi ini sebagai langkah bersama untuk meningkatkan kualitas penerbitan ilmiah.” Ujar Ulpah.
UIN Jakarta Press, kata Ulpah, tidak hanya berperan sebagai penerbit, tetapi juga sebagai mitra dalam memastikan setiap naskah melalui proess editorial yang baik dan sesuai standar.
Ia menambahkan, ke depan UIN Jakarta Press akan terus melakukan penguatan baik dari sisi standarisasi editorial, proses review, hingga pengembangan distribusi digital, agar karya-karya ilmiah UIN Jakarta dapat menjangkau audiens yang lebih luas.
Dengan kata lain, bukan cuman isi buku yang diperbaiki —cara buku itu diproduksi dan disebarkan juga ikut dirombak. Melalui kolaborasi ini, diharapkan terbangun ekosistem penerbitan ilmiah yang tidak hanya produktif, tetapi juga berkualitas dan berdaya saing.
(Kontributor: Rizki Mulyarahman; Dokumentasi: Rizki Mulyarahman; Penyunting: Agus Rifai/Rizki Mulyarahman)
(Dokumentasi, 08 April 2026)
Untuk update berita dan informasi lebih lanjut, bisa di akses:














