Kini Tak Bisa Asal Copy-Paste! UIN Jakarta Tambah Fitur 'Compilatio AI Detect Checker'
Gedung Perpustakaan UIN Jakarta, Academic Tools — Di tengah derasnya perkembangan Artificial Intelligence (AI) membuat proses menulis terasa semakin mudah. Dalam hitungan detik, paragraf panjang bisa tersusun rapih lewat bantuan teknologi, seperti ChatGPT. Namun di balik kemudahan itu, muncul tantangan baru bagi dunia pendidikan: bagaimana menjaga integritas akademik di Era AI?
Menjawab tantangan tersebut, Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta memilih mengambil langkah tegas, bahkan memperkuat pagar etik akademiknya.
Kini, sivitas akademika —baik mahasiswa, dosen maupun peneliti, tak bisa lagi sembarang asal copy-paste. Pasalnya, melalui Perpustakaan UIN Jakarta —kemarin, Rabu (11/02) resmi menambahkan fitur baru, yakni 'Compilatio AI Detect Checker', sebuah sistem yang mampu mendeteksi plagiarism sekaligus konten yang dihasilkan oleh AI.
Langkah ini menjadi penegasan, bahwa kemajuan teknologi tidak boleh menggerus integritas ilmiah.
Kepala Perpustakaan UIN Jakarta, Agus Rifai, menegaskan bahwa kebijakan ini bukan bentuk pembatasan kreativitas, melainkan bagian dari komitmen kampus menjaga integritas dan keaslian karya tulis ilmiah sivitas akademika UIN Jakarta.
“Kami tidak anti terhadap AI. Teknologi adalah bagian dari perkembangan zaman. Namun, integritas akademik tetap menjadi fondasi utama. Dengan menambah fitur baru —Compilatio AI Detect Checker, kami ingin memastikan setiap karya ilmiah benar-benar orisinal dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah,” ujar Agus Rifai, saat dijumpai di ruang kerjanya, Kamis (12/02).
Lebih lanjut, menurutnya, penggunaan AI dalam dunia pendidikan harus disertai dengan literasi etik. Sivitas akademika perlu memahami batas antara pemanfataan teknologi sebagai alat bantu, dan praktik yang melanggar kejujuran akademik. Bukan berarti pemanfaatan penggunaan AI sebagai jalan pintas dalam menyusun tugas, skripsi, maupun karya ilmiah lainnya.
Seputar Compilatio dan AI Detect Checker
Compilatio merupakan layanan perangkat lunak yang dirancang untuk mendeteksi plagiarism dan konten yang berpotensi dihasilkan oleh AI. Platform ini membantu institusi pendidikan memastikan keaslian karya tulis ilmiah serta mendukung integritas akademik secara berkelanjutan.
Fokus utama —Compilatio AI Detect Checker adalah meningkatkan orisinalitas tulisan dan menjaga integritas akademik melalui dua pendekatan utama: (1) deteksi kesamaan teks (similarity), dan (2) identifikasi potensi konten AI.
- Deteksi Plagiarisme & Similarity Teks. Fitur ini mampu mengenali teks yang identik, telah direformulasi (paraphrase), bahkan berasal dari sumber lintas bahasa. Sistem akan menampilkan tingkat kemiripan serta sumber referensi pembanding, sehingga dapat teridentifikasi lebih akurat.
- AI Content Detection. Fitur ini juga dapat mendeteksi teks yang berpotensi ditulis oleh AI, seperti ChatGPT. Sistem akan menandai bagian tertentu yang teridentifikasi sebagai hasil generatif AI, sehingga para pemangku kebijakan kampus dapat melakukan telaah lebih lanjut secara akademik sebelum melakukan penilaian.
Apa Bedanya dengan Turnitin atau Grammarly?
Di kalangan akademisi, nama seperti Turnitin atau Grammarly tentu sudah tidak asing. Turnitin dikenal luas sebagai alat pendeteksi kemiripan teks (similarity checker), sementara Grammarly lebih populer untuk pemeriksaan tata bahasa dan gaya penulisan.
Jika sebagian alat lebih dikenal sebagai pendeteksi similarity atau pemeriksa tata bahasa, Compilatio AI Detect Checker menawarkan kombinasi analisis mendalam terhadap kemiripan teks sekaligus probability keterlibatan AI dalam proses penulisan.
Hal tersebut menjadi sangat relevan di era digital, ketika tantangan akademik tidak lagi sekadar soal plagiarism, melainkan mengantisipasi praktik asal copy-paste sekaligus transparansi dalam penggunaan AI tanpa sumber yang jelas.
Edukasi, dan Menjaga Etika Akademik
Bagi UIN Jakarta, kehadiran fitur baru ini —Compilatio AI Detect Checker, bukan hanya instrumen kontrol, tetapi bagian dari sarana edukasi literasi digital. Bukan membatasi kreativitas sivitas akademika —pemanfaatan teknologi semestinya, menjadi alat bantu pembelajaran, bukan jalan pintas. “Orisinalitas adalah nilai yang tidak bisa ditawar. Teknologi harus menjadi alat pendukung pembelajaran, bukan pengganti proses berpikir. Integritas adalah investasi jangka panjang,” tegas Agus Rifai.
Mulai hari ini, Seluruh Sivitas Akademika UIN Jakarta dapat memanfaatkan fitur baru ini —Compilatio AI Detect Checker. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi di kontak resmi kami: Whatsapp 0823.2122.1957 (chat only).
Kini —di era AI yang serba instan, satu hal tetap tak berubah: “orisinalitas dan kejujuran akademik adalah harga mati.”
(Kontributor: Rizki Mulyarahman; Dokumentasi: Rizki Mulyarahman; Penyunting: Agus Rifai/Rizki Mulyarahman)
Untuk update berita dan informasi lebih lanjut, bisa di akses:





