Kepala Biro AUK Lantik Pejabat Fungsional Pustakawan Baru: Momentum Perkuat Layanan dan Lompatan Digital Perpustakaan
Gedung Akademik UIN Jakarta, Berita Online — Jum’at, 6 Februari 2026, Pagi itu, suasana Lounge Gedung Akademik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta terasa lebih khidmat dari biasanya. Pasalnya, sejumlah pejabat kampus, pustakawan, dan para pegawai berkumpul menyaksikan satu prosesi sakral: Pelantikan Pejabat Fungsional Pustakawan.
Kepala Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian (AUK) UIN Jakarta Dr. H. Nanang Fatchurochman, S.H., S.Pd., M.Pd. secara resmi melantik tiga pustakawan baru di lingkungan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Perpustakaan UIN Jakarta. Tiga nama yang dilantik adalah Ahmad Nawawi, S.I.Pust., Priyo Supriyadi, S.IP., dan Hartono, S.IP.. Ketiganya kini mengemban jabatan sebagai Pustakawan Ahli Pertama, sebuah posisi yang memiliki peran penting dalam pengelolaan pengetahuan di lingkungan perguruan tinggi.
Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan berlangsung sederhana, namun sarat pesan.
Dalam pesan sambutan yang disampaikan, bukan sekadar formalitas birokrasi. Nanang menegaskan bahwa perpustakaan memiliki posisi yang sangat penting dalam kehidupan akademik sebuah universitas.
“Perpustakaan adalah jendela dunia. Jangan sampai terkesan hanya sebagai tempat buku-buku saja. Saya berharap para pustakawan dapat terus berkolaborasi agar Perpustakaan UIN Jakarta menjadi perpustakaan yang diandalkan, tidak hanya di tingkat regional tetapi juga hingga tingkat dunia,” kata Nanang.
Pernyataan itu menjadi pengingat bahwa di balik derasnya arus informasi digital, perguruan tinggi tetap membutuhkan ruang yang mampu mengelola pengetahuan secara sistematis dan kredibel serta dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Internet memang menyediakan informasi yang nyaris tak terbatas. Para mahasiswa bisa menemukan ribuan artikel dalam hitungan detik. Namun tanpa kurasi, verifikasi, dan pengelolaan ilmiah, informasi itu belum tentu menjadi pengetahuan.
Di sinilah peran pustakawan menjadi semakin penting. Lebih lanjut, di hadapan para pustakawan yang baru dilantik, ia menegaskan bahwa tantangan perpustakaan saat ini tidak lagi sama seperti beberapa dekade yang lalu. Mereka kini dituntut memahami transformasi digital perpustakaan, mengelola sumber informasi elektronik, serta mendukung literasi sivitas akademika.
Sementara itu, Kepala Perpustakaan UIN Jakarta, Agus Rifai, yang turut hadir dalam prosesi tersebut, melihat pelantikan pustakawan baru ini menjadi tambahan energi penting dalam memperkuat transformasi layanan perpustakaan di lingkungan kampus UIN Jakarta.
Menurutnya, perpustakaan modern tidak lagi sekadar identik dengan rak buku yang berjajar rapi. Ia harus berkembang menjadi ruang pengetahuan yang dinamis, menghadirkan akses ke berbagai sumber ilmiah global, serta mendukung aktivitas riset sivitas akademika.
“Pelantikan ini menjadi momentum untuk memperkuat kapasitas pustakawan dalam menghadirkan layanan akademik yang adaptif dan inovatif, terutama dalam menghadapi perkembangan teknologi informasi,” ujar Agus.
Pada kesempatan yang sama, UIN Jakarta juga melantik enam Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) sebagai Operator Layanan Operasional, yakni Rohmat, Sunarto, Ayadih, Safrudin, Faisal Ansyori, dan Ahmad Syahroni.
Bagi UIN Jakarta —di tengah perubahan lanskap pengetahuan global, penguatan sumber daya manusia ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan akademik sekaligus memperkuat sistem operasional di tengah perubahan zaman.
Karena pada akhirnya, di balik setiap skripsi, tesis, maupun disertasi yang ditulis mahasiswa, dan setiap riset yang dikerjakan dosen, perpustakaan tetap menjadi ruang sunyi tempat gagasan lahir, di mana pengetahuan menemukan rumahnya.
(Kontributor: Rizki Mulyarahman; Dokumentasi: Tim SDM - PIH UIN Jkt; Penyunting: Agus Rifai/Rizki Mulyarahman)
Untuk update berita dan informasi lebih lanjut, bisa di akses:





