Ilmu Perpustakaan: Lebih dari Sekedar Pengelolaan Koleksi
Tulisan ini, merupakan opini dari Mudianah Mahmud, S.IP., -Pustakawan UIN Jakarta, yang saat ini bertugas sebagai Koordinator Pengembangan Koleksi Perpustakaan UIN Jakarta
---
Ilmu Perpustakaan, meskipun sering dianggap sekadar bidang yang berkaitan dengan pengelolaan koleksi buku, sesungguhnya merupakan disiplin ilmu yang jauh lebih kompleks dan revelan, terlebih di zaman yang serba digital seperti sekarang ini. Dalam esensinya, ilmu perpustakaan adalah cabang ilmu yang mempelajari cara mengelola, mengorganisir, menyimpan, dan mendistribusikan informasi dan pengetahuan untuk kepentingan masyarakat. Fokusnya bukan hanya pada buku fisik, tetapi juga pada bagaimana informasi dapat diakses, disebarkan, dan digunakan secara efektif oleh berbagai kalangan.
Sebagai seorang pustakawan di UIN Jakarta, yang juga terlibat aktif dalam pengembangan koleksi perpustakaan, saya melihat ilmu perpustakaan tidak hanya sekadar urusan mengelola koleksi buku, tetapi sebuah ilmu yang bergerak dinamis, menghadapi tantangan digitalisasi, dan berfungsi sebagai penjaga gawang pengetahuan yang lebih inklusif dan demokratis.
Transformasi Ilmu Perpustakaan dalam Sejarah
Pada awalnya, ilmu perpustakaan lebih terfokus pada pengelolaan koleksi fisik seperti buku, jurnal, dan arsip. Perpustakaan tradisional berfungsi sebagai tempat untuk menyimpan dan meminjamkan bahan bacaan bagi publik. Namun, dengan kemajuan teknologi dan munculnya era digital, ilmu perpustakaan telah berkembang jauh melampaui fungsi ini.
Sebelum era internet, perpustakaan adalah satu-satunya tempat yang menyediakan akses ke berbagai informasi yang dibutuhkan, baik untuk pendidikan, maupun penelitian. Namun, pada saat ini, hampir setiap orang dapat mengakses informasi melalui perangkat pribadi smartphone mereka. Hal ini lah, menuntut ilmu perpustakaan untuk dapat beradaptasi dalam pengelolaan data dan informasi secara digital, serta memastikan bahwa pengguna dapat menemukan informasi yang relevan dan akurat.
Transformasi Perpustakaan di Era Digital
Perpustakaan di era digital tidak bisa lagi berfungsi hanya sebagai tempat penyimpanan fisik koleksi. Dengan adanya teknologi digital, perpustakaan harus mengadopsi sistem yang lebih fleksibel dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat yang semakin berkembang. Sebagai pustakawan yang terlibat langsung dalam pengembangan koleksi di UIN Jakarta, saya dapat mengatakan bahwa tantangan utama saat ini adalah bagaimana memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan koleksi yang relevan, dan memastikan bahwa informasi yang tersedia dapat diakses dengan mudah oleh civitas akademika UIN Jakarta.
Di UIN Jakarta, kami telah melibatkan sistem digitalisasi dalam pengelolaan koleksi perpustakaan. Kami tidak hanya menyediakan buku-buku fisik, tetapi juga membuka akses ke jurnal-jurnal ilmiah internasional, database penelitian, dan repositori digital yang memungkinkan mahasiswa, dosen, serta peneliti untuk mengakses pengetahuan dari berbagai disiplin ilmu. Ilmu perpustakaan berperan sebagai penghubung antara sumber daya informasi dan pengguna, memastikan bahwa informasi yang ada dapat diakses secara efisien.
Perpustakaan Digital UIN Jakarta, yang diberi nama Touch & Go Mobile Library merupakan aplikasi Perpustakaan Digital UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dalam mengakses berbagai koleksi, jurnal dan materi akademik lainnya. Ini dapat diakses dalam dua versi, versi app store dan versi windows. Sekarang ini, civitas akademika UIN Jakarta dapat dengan mudah dan leluasa mengakses kapan saja dan di mana saja.
Pustakawan sebagai Profesional Informasi
Pustakawan, sebagai praktisi dari ilmu perpustakaan, memainkan peran yang sangat penting dalam memastikan bahwa informasi yang ada di perpustakaan dapat diakses, digunakan, dan dipahami dengan mudah. Mereka bukan hanya sekadar penjaga buku, tetapi juga ahli informasi yang memahami cara mengelola, mengatur, dan menyebarkan pengetahuan secara efisien.
Dengan berkembangnya teknologi, pustakawan kini juga harus menguasai alat-alat digital, dari perangkat lunak manajemen perpustakaan hingga teknologi pencarian informasi berbasis kecerdasan buatan. Pustakawan juga harus berperan aktif dalam pengembangan dan pemeliharaan repositori digital serta memastikan bahwa informasi yang ada dapat ditemukan dengan cara yang paling efisien dan user-friendly.
Tantangan dan Masa Depan Ilmu Perpustakaan
Namun, seperti yang kita ketahui, perkembangan dunia digital bukan tanpa tantangan. Salah satu tantangan terbesar dalam ilmu perpustakaan adalah bagaimana menjaga relevansi koleksi yang terus berkembang. Di dunia yang penuh dengan informasi digital, kami harus dapat memastikan bahwa koleksi kami tidak hanya besar, tetapi juga tepat guna dan berkualitas. Pustakawan harus terus berinovasi untuk menghadapi tantangan pengelolaan data dan menjaga agar akses informasi relevan dan terjaga kualitasnya.
Selain itu, penting juga untuk memastikan bahwa akses terhadap informasi tetap terjangkau dan mudah diakses. Salah satu tujuan utama ilmu perpustakaan adalah untuk menciptakan akses yang setara terhadap informasi, tanpa memandang latar belakang sosial-ekonomi atau geografis.
Pada akhirnya, Ilmu perpustakaan bukan lagi hanya tentang mengelola koleksi buku dan jurnal, tetapi telah menjadi sebuah disiplin yang mencakup berbagai aspek pengelolaan informasi di dunia digital.
Sebagai seorang pustakawan yang terlibat dalam pengembangan koleksi di UIN Jakarta, saya menyadari bahwa peran ilmu perpustakaan kini jauh lebih penting dari sebelumnya. Ilmu perpustakaan berfungsi sebagai penghubung antara pengguna dan informasi yang ada, serta sebagai pelindung terhadap kualitas informasi yang beredar di dunia maya.
Dengan begitu, pustakawan memiliki tanggung jawab yang besar untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman dan memastikan bahwa informasi yang disajikan tetap akurat, relevan, dan dapat diakses oleh siapa saja. *Mudianah Mahmud/RMr