Guru, Gawai dan Perpustakaan: Cerita Kecil Transformasi Literasi Digital di UIN Jakarta
Gedung Perpustakaan UIN Jakarta, Momen Hari Guru — Di tengah derasnya arus transformasi digital dalam dunia pendidikan, Perpustakaan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta terus berupaya memperkuat perannya sebagai mitra strategis para pendidik. Di Momentum Hari Guru Nasional 2025 (25/11/2025), menjadi sebuah refleksi penting akan bagaimana perpustakaan tidak hanya menjadi ruang penyimpan buku, melainkan pusat pembelajaran digital yang adaptif dan inklusif.
Upaya ini menjadi bagian dari dukungan UIN Jakarta terhadap adaptasi pendidikan di era digital. Pasalnya, transformasi tersebut diwujudkan melalui penguatan infrastruktur digital serta pengembangan layanan inovatif yang memudahkan sivitas akademika, khususnya para calon guru (mahasiswa FITK) dan para dosen, dalam mengases sumber pembelajaran dan penelitian.
Dari Kapur ke Klik: Potret Adaptasi Para Pendidik di Era Digital
Bagi banyak para pendidik (guru atau dosen), masa lalu masih lekat dengan bau kapur tulis, tumpukan diktat, dan antrean panjang di fotokopian. Kini, cerita itu mulai berubah.
Dalam momen peringatan Hari Guru, suasana perpustakaan seolah menjadi saksi bisu bagaimana dunia pendidikan bertransformassi. Para pendidik tidak lagi hanya mengandalkan papan tulis, akan tetapi mulai terbiasa dengan platform digital, database jurnal, hingga kelas-kelas literasi online.
Kepala Perpustakaan UIN Jakarta, Agus Rifai, Ph.D., dalam keterangannya menyebutkan bahwa adaptasi ini sebagai langkah strategis yang tidak bisa ditunda lagi. “Perpustakaan harus beradaptasi dengan perkembangan zaman, apalagi di era digital seperti sekarang. Kami ingin memastikan perpustakaan tetap relevan dan menjadi mitra strategis bagi para pendidik (guru dan dosen) dalam meningkatkan literasi digital,” ujar Agus Rifai dalam keterangannya.
Transformasi Literasi Digital Perpustakaan UIN Jakarta
Upaya adaptasi tersebut diwujudkan melalui berbagai inovasi layanan berbasis digital yang dirancang untuk memudahkan akses pengetahuan dan meningkatkan kompetensi literasi informasi.
1. Go Library UIN Jakarta
Melalui platform ini, pengguna dapat mengakses layanan perpustakaan secara online, mulai dari penelusuran koleksi, layanan referensi, hingga akses ke e-resources nasional dan internasional.
Go Library dirancang untuk mempermudah dosen dan mahasiswa mengakses sumber belajar kapan saja dan di mana saja.
2. MapMyAccess
MapMyAccess menjadi solusi atas kebutuhan literatur akademik yang semakin spesifik dan cepat. Melalui platform ini, pengguna dapat melacak sumber referensi yang dibutuhkan, dan mendapatkan rekomendasi sumber ilmiah revelan.
Jadi, tak perlu lagi mondar-mandir mencari buku fisik —cukup lewat Sistem MapMyAccess, referensi yang dibutuhkan dapat dilacak dan dikelola lebih cepat. Fitur ini juga dapat mempercepat layanan sekaligus memperluas akses sivitas terhadap sumber pengetahuan berkualitas.
3. Kelas Literasi Informasi
Perpustakaan UIN Jakarta juga aktif menyelenggarakan Kelas Literasi Informasi, baik secara luar jaringan (luring) maupun dalam jaringan (daring). Kegiatan ini dirancang untuk membekali sivitas akademik dengan kemampuan menelusur, mengevaluasi, dan mengelola informasi digital secara efektif, kritis, dan etis.
Di sinilah peran perpustakaan tidak hanya sebagai penyedia koleksi, tetapi juga sebagai learning hub yang memperkuat kapasitas literasi digital sivitas akademika.
Guru, Teknologi, dan Perpustakaan di Era Digital
Transformasi digital bukan semata soal teknologi. Lebih dari itu, ini tentang perubahan cara berpikir. Dalam peringatan Hari Guru, relevansi peran perpustakaan semakin terasa. Bukan lagi hanya tempat meminjam buku, tetapi menjadi pusat belajar digital dan ruang transformasi kompetensi.
Menurut Agus Rifai, literasi digital bukan sekadar kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga kemampuan memilah informasi yang benar di tengah banjir data. “Para pendidik hari ini tidak cukup hanya bisa mengajar, akan tetapi juga harus menjadi navigator informasi. Di sinilah perpustakaan hadir mendampingi,” tambah Agus Rifai.
Perpustakaan UIN Jakarta, melalui program literasi digitalnya, ingin memastikan para pendidik tidak gagap menghadapi teknologi. Sebab di tangan para pendidik yang melek digital, masa depan literasi generasi Indonesia ikut ditentukan.
Merawat Literasi, Menyiapkan Masa Depan
Dalam konteks peringatan Hari Guru, Perpustakaan UIN Jakarta memosisikan diri sebagai ruang kolaboratif dalam meningkatkan kapasitas digital para pendidik (dosen). Mereka tidak hanya dituntut mampu menguasai teknologi, melainkan menjadi pendamping literasi digital bagi mahasiswa dalam menghadapi cepatnya arus informasi. Melalui berbagai program kelas literasi, hingga inovasi digital, Perpustakaan UIN Jakarta berkomitmen untuk terus mendukung tranformasi pembelajaran yang adaptif, kritis, dan berkelanjutan.
Pada akhirnya, tranformasi literasi digital di Perpustakaan UIN Jakarta merupakan bagian dari upaya institusi dalam membangun ekosistem pembelajaran yang relevan dengan perkembangan zaman. Momentum Hari Guru menjadi pengingat bahwa di balik setiap perubahan, ada peran penting para pendidik dan sistem pendukungnya —termasuk perpustakaan —yang terus bergerak bersama dalam menyiapkan generasi akademik yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global. *RMr
Untuk update berita dan informasi lebih lanjut, bisa di akses:





