Generasi tanpa Identitas Ontologis
Generasi tanpa Identitas Ontologis

Ditulis oleh: Dr. Tantan Hermansah, S.Ag., M.Si. (Dosen Sosiologi Perkotaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)
Artikel ini telah dipublikasikan di kolom opini Kompas pada Senin 13 April 2026.

DUNIA KERJA hari ini sedang mengalami guncangan besar. Guncangan yang menggebrak bukan karena mesin atau adanya AI (artificial intelligence), melainkan karena pergeseran sosial-psikologi subjek pelakunya, yakni Generasi Z.

Entitas ini mau tidak mau adalah kelompok yang telah, sedang, dan akan mengisi pasar kerja hari ini. Sehingga, sekecil apa pun ekspresi mereka dalam mendefinisikan apa yang disebut sebagai kerja akan memberikan dampak besar kepada institusi atau instansi pemberi kerja.

Jika kita mengelaborasi tesis Manuel Castells tentang masyarakat jaringan, Gen Z muncul sebagai self-programmable laborMereka adalah tenaga kerja yang mampu mendefinisikan ulang keahliannya secara terus-menerus di tengah arus informasi yang menuntutnya untuk terus sesuai.

Namun, di balik kelincahan itu, tersimpan sebuah paradoks sosiologis yang mendalam namun kritis. Di mana mereka adalah generasi dengan identitas cair yang menantang kemapanan kapitalisme konvensional.


Untuk update berita dan informasi lebih lanjut, bisa di akses:

website_ https___perpus.uinjkt.ac.idWA_ 0823.2122.1957WA Channel Perpustakaan UIN Jakartaemail_ perpustakaan@apps.uinjkt.ac.idIG_ @perpusuinjkt