Era AI Generatif Ubah Dunia Kampus, Sistem Deteksi Akademik Jadi Kebutuhan Mendesak
Era AI Generatif Ubah Dunia Kampus, Sistem Deteksi Akademik Jadi Kebutuhan Mendesak

Gedung Perpustakaan UIN Jakarta, Kelas Literasi — Suasana ruang kelas literasi di Gedung Perpustakaan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Jum’at (13/02), terasa berbeda. Jika biasanya membahas strategi penelusuran jurnal atau manajemen referensi, kali ini diskusi mengarah pada isu: AI-powered academic writing assistant dan urgensi sistem deteksi akademik di era AI Generatif.

Isian Berita - 13 Februari 2026 - Era AI Generatif Ubah Dunia Kampus, Sistem Deteksi Akademik Jadi Kebutuhan Mendesak (2)Setelah tiga hari sebelumnya, Selasa (10/02), menggelar Kelas Literasi yang bertemakan penguatan integritas akademik, Perpustakaan UIN Jakarta kembali menghadirkan topik lanjutan yang tak kalah relevan. Perubahan lanskap pendidikan tinggi akibat kehadiran kecerdasan buatan generatif membuat kampus tak lagi bisa mengandalkan metode konvensional dalam menjaga mutu karya ilmiah.

Di hadapan pustakawan, pengelola perpustakaan, serta komunitas akademik “FRESH”, Kepala Perpustakaan UIN Jakarta, Agus Rifai, menegaskan bahwa transformasi digital di kampus harus diiringi dengan penguatan etika dan literasi akademik. “AI generatif adalah keniscayaan. Ia bisa menjadi alat bantu yang luar biasa, tetapi tanpa sistem deteksi dan literasi yang kuat, kita berisiko menghadapi degradasi integritas akademik. Karena itu, sistem deteksi akademik kini bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak,” ujar Agus Rifai.

Lebih lanjut, menurutnya, mahasiswa dan dosen saat ini hidup di era di mana teks dapat dihasilkan dalam hitungan detik. Tantangan terbesar bukan lagi sekadar plagiarisme klasik, melainkan identifikasi konten yang sepenuhnya atau sebagian dihasilkan oleh AI tanpa transparansi penggunaan.

Isian Berita - 13 Februari 2026 - Era AI Generatif Ubah Dunia Kampus, Sistem Deteksi Akademik Jadi Kebutuhan MendesakKelas literasi kali ini menghadirkan Lie Ieu Chiau, Konsultan Manajemen dari TRINKA, yang memperkenalkan platform AI-powered academic writing assistant beserta fitur pendukungnya. Dalam paparannya, ia menjelaskan bagaimana teknologi dapat berfungsi ganda: sebagai asisten penulisan sekaligus alat pengawasan kualitas akademik.

Ia mencontohkan, platform yang diperkenalkan mampu membantu penyusunan struktur tulisan, pengecekan tata bahasa akademik, hingga analisis kesesuaian referensi. Di sisi lain, sistem deteksi dapat mengidentifikasi pola teks yang berpotensi dihasilkan oleh AI, sehingga kampus dapat melakukan evaluasi lebih lanjut.

Bagi para pustakawan, diskusi ini membuka perspektif baru tentang peran perpustakaan di era digital. Perpustakaan tidak lagi sekadar penyedia koleksi, tetapi juga garda depan literasi digital dan integritas akademik.

Di ruang kelas literasi itu, diskusi berlangsung lebih dari sekadar teknis penggunaan platform. Di era AI generatif, kampus bukan hanya dituntut adaptif, tetapi juga tegas dalam menjaga mutu karya ilmiah.

Pada akhirnya, ketika mesin mampu menghasilkan paragraf dalam hitungan detik, tantangan terbesar pendidikan tinggi justru kembali pada hal yang paling mendasar: “Kejujuran dalam berpikir dan menulis.”
(Kontributor: Rizki Mulyarahman; Dokumentasi: Rizki Mulyarahman; Penyunting: Agus Rifai/Rizki Mulyarahman)

(Dokumentasi, 13 Februari 2026)


Untuk update berita dan informasi lebih lanjut, bisa di akses:

website_ https___perpus.uinjkt.ac.idWA_ 0823.2122.1957WA Channel Perpustakaan UIN Jakartaemail_ perpustakaan@apps.uinjkt.ac.idIG_ @perpusuinjkt