Di Tengah Gempuran Hoaks dan Disprupsi Digital, Perpustakaan UIN Jakarta Pilih Rawat Pancasila Lewat Budaya Literasi
Gedung Perpustakaan UIN Jakarta, Berita Online – Di tengah derasnya arus informasi digital, maraknya hoaks, dan polarisasi opini dari berbagai kalangan, Perpustakaan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta justru mengirimkan pesan berbeda pada momentum Hari Lahir Pancasila 2026. Pasalnya, melalui partisipasi dalam upacara peringatan yang digelar di Lapangan Student Center (SC) UIN Jakarta, Senin (01/06), Perpustakaan UIN Jakarta menegaskan bahwa budaya literasi merupakan salah satu benteng terkuat dalam menjaga nilai-nilai Pancasila di era digital.
Upacara yang dipimpin langsung oleh Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Asep Saepudin Jahar, berlangsung khidmat dengan diikuti sivitas akademika dari berbagai unit kerja. Di tengah semangat kebangsaan yang digaungkan, kehadiran Tim Kerja Perpustakaan UIN Jakarta menjadi simbol bahwa perjuangan menjaga Indonesia tidak selalu dilakukan di garis depan politik atau pemerintahan, akan tetapi melalui penguatan ilmu pengetahuan dan literasi masyarakat.
Bagi Perpustakaan UIN Jakarta, Hari Lahir Pancasila bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Momentum ini menjadi refleksi dan pengingat bahwa tantangan terbesar bangsa saat ini bukan hanya persoalan ekonomi atau teknologi, melainkan bagaimana menjaga persatuan, toleransi, dan nalar kritis masyarakat di tengah disrupsi digital yang terus berlangsung setiap detik.
Salah satu Pustakawan Muda UIN Jakarta, Nuryadi Fasah mengungkapkan bahwa literasi dan Pancasila memiliki hubungan yang tidak dapat dipisahkan. “Pancasila tidak cukup hanya dihafal, tetapi harus dipahami dan diamalkan. Salah satu jalannya melalui literasi. Membaca membuka wawasan, memperkuat toleransi, dan mengajarkan masyarakat untuk menghargai perbedaan. Di situlah nilai Pancasila tumbuh dan hidup,” ungkap Nuryadi Fasah, setelah selesai melaksanakan Upacara.
Lebih lanjut, kata Nuryadi Fasah, Pustakawan yang fokus pada bidang sirkulasi koleksi UIN Jakarta, tantangan terbesar generasi muda saat ini bukan hanya minimnya akses informasi, melainkan kemampuan memilah informasi yang benar dan bermanfaat. Karena itu, perpustakaan memiliki tanggung jawab besaar sebagai ruang literasi yang mampu menghadirkan sumber ilmu pengetahuan yang berkualitas bagi masyarakat akademik.
Tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, yang diusung dalam peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini juga diterjemahkan Perpustakaan UIN Jakarta melalui berbagai upaya penguatan budaya baca, literasi digital, serta penyediaan akses pengetahuan yang inklusif. Langkah tersebut diyakini menjadi kontribusi nyata dalam membangun generasi yang cerdas, moderat, dan berkarakter kebangsaan.
Pesan tersebut menjadi semakin relevan di era kecerdasan buatan (artificial intellingence) dan media sosial, ketika informasi dapat diproduksi dan disebarkan dalam hitungan detik. Tanpa kemampuan literasi yang baik, masyarakat dapat berisiko terjebak dalam disinformasi, ujaran kebencian, hingga polarisasi opini yang dapat mengancam persatuan bangsa.
Karena itu, Perpustakaan UIN Jakarta terus mengembangkan berbagai inovasi layanan, mulai dari penguatan koleksi digital, akses sumber informasi ilmiah, hingga program kelas literasi untuk mendukung kebutuhan sivitas akademika. Seluruh upaya tersebut diarahkan untuk menciptakan ekosistem pembelajaran yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapii juga berakar kuat pada nilai-nilai kebangsaan.
Peringatan Hari Lahir Pancasila bagi Perpustakaan UIN Jakarta menjadi pengingat bahwa menjaga Indonesia dapat dimulai dari hal sederhana: membaca, belajar, dan menyebarkan ilmu pengetahuan. Sebab, bangsa yang kuat tidak hanya dibangun oleh kemajuan teknologi semata, akan tetapi partisipasi masyarakat yang literat yang mampu memadukan ilmu pengetahuan, karakter dan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
(Kontributor: Rizki Mulyarahman; Dokumentasi: Tim Perpustakaan UIN Jakarta/Rusdi Tumanggor, Septian Nurhakim & Nuryadi Fasah; Penyunting: Agus Rifai/Rizki Mulyarahman)
Untuk update berita dan informasi lebih lanjut, bisa di akses:





