Dedikasi Tanpa Soroton: Senyap dan Akhiri Pengabdian di Perpustakaan UIN Jakarta
Dedikasi Tanpa Soroton: Senyap dan Akhiri Pengabdian di Perpustakaan UIN Jakarta

Gedung Perpustakaan UIN Jakarta, Berita Duka — Suasana Minggu sore (01/02) itu, mendadak berubah hening. Bukan di ruang baca, bukan pula di lorong rak buku, melainkan di layar ponsel para pegawai Perpustakaan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.

Sebuah pesan masuk di WhatsApp Group (WAG) Perpustakaan UIN Jakarta, membawa kabar yang membuat banyak orang terdiam.

Isian Berita Duka (0201) (1)Pesan itu, dikirim langsung oleh Kepala Perpustakaan UIN Jakarta, Agus Rifai, Minggu (01/02) kemarin. Kabar duka itu menyebut, Bapak Anwar Syamsudin wafat pukul 16.00 WIB di RS Hermina Ciputat.

Doa pun mengalir dalam pesan yang sama —permohonan ampun, harapan husnul khotimah, serta kekuatan bagi keluarga yang ditinggalkan.

Tak lama, kabar lanjutan menyusul di grup yang sama.

“Beliau disemayamkan dan dikebumikan di kampung halamannya, di Tasik,” tutur putra semata wayang, Rifki, yang disampaikan kembali oleh salah satu rekan kerjanya, Lismawarni Dewi.

Di antara deretan teks belasungkawa, ada satu kesamaan perasaan: kehilangan sosok yang selama ini bekerja dalam senyap.

Senyap, di Balik Layanan Perpustakaan UIN Jakarta
Bagi banyak orang, perpustakaan adalah ruang sunyi. Namun bagi para pegawainya, perpustakaan adalah ruang pengabdian.

Isian Berita Duka (0201)Bertahun-tahun mengurus hal adminsitratif mungkin terdengar sederhana, tapi disanalah disiplin, dan dedikasi diuji setiap hari.

Nama Anwar Syamsudin, mungkin tak sering muncul di panggung acara resmi atau dokumentasi seremonial. Namun, bagi rekan-rekan kerjanya, beliau adalah bagian dari denyut harian di Perpustakaan UIN Jakarta.

Rekan-rekan di Perpustakaan UIN Jakarta mengenangnya sebagai sosok yang menjalankan tugas tanpa banyak keluhan. Tidak mencari sorotan, apalagi panggung seremonial.

Cukup bekerja, menyelesaikan tanggung jawab, lalu pulang dengan tenang.

Dalam rekam jejak pengabdiannya, almarhum menutup masa tugasnya sebagai Kepala Subbagian Administrasi Perpustakaan UIN Jakarta. Posisi yang sering luput dari sorotan, akan tetapi justru menjadi tulang punggung kelancaran layanan. Dari pengurusan administrasi, alur dokumen, hingga urusan teknis yang jarang terlihat pengguna, pekerjaan itu menuntut ketelitian, kesabaran, dan tanggung jawab.

Isian Berita Duka (0201)Isian Berita Duka (0201)Beliau bukan tipe pegawai yang banyak bicara, tetapi kehadirannya selalu terasa saat sesuatu berjalan rapih.

Sejak pesan duka itu terkirim, WAG Perpustakaan UIN Jakarta dipenuhi doa dan ungkapan kehilangan. Satu persatu rekan kerja menuliskan belasungkawa, seolah membentuk barisan penghormatan digital terakhir bagi sosok yang telah lama berjalan bersama.

Di ruang-ruang perpustakaan, mungkin tak ada lagi langkahnya yang pelan menyusuri lorong. Namun, jejak pengabdiannya tetap ada —dalam sistem yang pernah beliau urus, dalam berkas yang pernah beliau rapihkan, dan dalam ingatan orang-orang yang pernah bekerja bersamanya.

Anwar Syamsudin telah berpulang. Tapi kisah tentang dedikasi sunyi di Perpustakaan UIN Jakarta akan selalu punya tempat —di antara rak buku, di sela kesibukan administrasi, dan di hati keluarga besar yang pernah memanggilnya rekan.

Pada akhirnya, kabar kepergiannya menyadarkan, bahwa pengabdian terbesar sering kali justru datang dari mereka yang tak pernah menuntut untuk di kenang.

Kabar Duka (2)

(Kontributor: Rizki Mulyarahman; Dokumentasi: Tim Perpustakaan UIN Jakarta; Penyunting: Agus Rifai/Rizki Mulyarahman)


Untuk update berita dan informasi lebih lanjut, bisa di akses:

website_ https___perpus.uinjkt.ac.idWA_ 0823.2122.1957WA Channel Perpustakaan UIN Jakartaemail_ perpustakaan@apps.uinjkt.ac.idIG_ @perpusuinjkt