Balik Ngantor! Momen Haru dan Hangat Warnai WFO Perdana Usai Lebaran
Gedung Perpustakaan UIN Jakarta, Berita Online – Suasana hangat penuh keakraban menyelimuti hari pertama Work From Office (WFO) pasca libur Idul Fitri di lingkungan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Senyum, jabat tangan, dan ucapan “mohon maaf lahir dan bathin” menjadi pemandangan yang mendominasi, menandai kembalinya aktivitas kerja.
Sejak pagi, Senin (30/03), para pegawai mulai berdatangan ke kantor dengan wajah cerah. Momen silaturahmi antarpegawai berlangsung spontan di berbagai sudut kampus, menciptakan atmosfer emosional yang tidak hanya mempererat hubungan personal, melainkan memperkuat solidaritas kerja usai jeda panjang lebaran.
Tak hanya itu, Tim Kerja Perpustakaan UIN Jakarta juga menjalani hari pertama WFO dengan cara yang berbeda. Pasalnya, mereka berjalan dari satu ruang ke ruang lain, membawa semangat silaturahmi yang masih hangat dari suasana Lebaran.
Langkah mereka dimulai dari Ruang Rektor. Satu per satu jabat tangan disambut hangat oleh Rektor UIN Jakarta, Asep Saepudin Jahar, senyum mengembang, dan ucapan “mohon maaf lahir dan bathin” mengalir tanpa sekat. Dari sana, perjalanan berlanjut ke ruang Wakil Rektor Bidang Akademik —Ahmad Tholabi, kemudian ke Wakil Rektor Bidang Kerjasama —Din Wahid, setelah itu menuju ruang Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan —Ali Munhanif, hingga akhirnya tiba di ruang Kepala Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian (AUK) —Nanang Fatchurochman.
Bagi para pegawai, momen ini menjadi pertemuan pertama setelah sekian lama hanya berinteraksi melalui pesan singkat atau rapat daring. Ada rasa haru yang sederhana, namun nyata —tentang kembali bertatap muka, kembali merasakan kebersamaan yang utuh.
Kepala Perpustakaan UIN Jakarta, Agus Rifai, menyebut bahwa silaturahmi lintas unit ini bukan hanya tradisi tahunan, melainkan bagian dari momen kehangatan mempererat hubungan personal. “Silaturahmi ini bukan sekadar seremonial Lebaran. Ini adalah ruang untuk menyambung, bahkan mempererat hubungan personal, dan memperkuat kebersamaan,” ujar Agus Rifai.
Di balik setiap jabat tangan, hari itu, Perpustakaan UIN Jakarta tidak hanya “kembali bekerja”. Mereka kembali terhubung —sebagai tim, sebagai bagian dari institusi, dan sebagai manusia yang saling menguatkan setelah jeda panjang Lebaran.
(Kontributor: Rizki Mulyarahman; Dokumentasi: Tim Perpustakaan UIN Jakarta; Penyunting: Agus Rifai/Rizki Mulyarahman)
(Dokumentasi, 30 Maret 2026)
Untuk update berita dan informasi lebih lanjut, bisa di akses:














