Agus Rifai Beberkan Strategi Academic dan Research Skills, Ini yang Harus Dimiliki Mahasiswa
Agus Rifai Beberkan Strategi Academic dan Research Skills, Ini yang Harus Dimiliki Mahasiswa

Gedung Perpustakaan UIN Jakarta, Berita Terkini — Di era ketika informasi bisa ditemukan hanya dalam hitungan detik, dunia kampus justru menghadapi persoalan yang lebih kompleks: dibalik kemudahan akses informasi, apakah mahasiswa hari ini memiliki keterampilan untuk membaca secara kritis, menulis secara ilmiah dan melalukan riset yang sistematis?

Isian Berita - 17 Maret 2026 - Agus Rifai Beberkan Startegi Academic dan Research Skills, Ini yang Harus Dimiliki Mahasiswa (4)Fenomena inilah menjadi sorotan dalam seminar yang bertajuk “Transformasi Literasi Riset: Membangun Fondasi Akademik Unggul dan Inovatif” yang diselenggarakan komunitas akademik Fatahillah Researchers for Science and Humanity (FRESH) UIN Jakarta bersama Perpustakaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Kamis (12/3/2026) yang lalu, di lantai 7 Gedung Perpustakaan.

Dalam forum yang dihadiri mahasiswa dari berbagai fakultas itu, Kepala Perpustakaan UIN Jakarta, Agus Rifai, membeberkan satu pesan penting: masa depan akademik mahasiswa tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan di ruang kelas, melainkan kemampuan mereka menguasai academic dan research skills.

Jika pada masa lalu mahasiswa harus menghabiskan waktu berjam-jam di perpustakaan untuk mencari referensi, kini berbagai sumber ilmiah dapat diakses secara daring melalui database akademik, jurnal elektronik, maupun repositori institusi. “Era Digital tidak hanya menuntut mahasiswa untuk cepat mengakses informasi, melainkan cerdas dalam mengelolanya. Di sinilah academic dan research skills menjadi sangat penting,” tegas Agus Rifai.

Lebih lanjut, kata Agus Rifai, mahasiswa saat ini berada dalam lanskap pengetahuan yang sangat berbeda dibanding generasi sebelumnya. Informasi bukan lagi sesuatu yang sulit dicari, melainkan sesuatu yang terlalu mudah untuk ditemukan. Justru yang menjadi tantangan adalah bagaimana kemampuan mahasiswa dalam mengolah, mengevaluasi, dan mengubah informasi menjadi pengetahuan yang bermakna.

Ilusi Pengetahuan, Sebuah Paradoks Baru
Agus Rifai menilai, perkembangan teknologi digital hari ini, telah menciptakan dimensi apa yang ia sebut sebagai ilusi pengetahuan. Mahasiswa telah merasa mengetahui banyak hal karena akses informasi begitu mudah. Namun kenyataannya, tidak semua informasi yang ditemukan mampu dipahami secara kritis ataupun dapat diolah menjadi argumen ilmiah yang kuat.

Menurutnya, tantangan utama dalam dunia pendidikan tinggi saat ini bukan lagi sekadar menyediakan akses informasi, akan tetapi bagaimana membangun literasi akademik dan literasi riset yang kuat di kalangan mahasiswa.

Isian Berita - 17 Maret 2026 - Agus Rifai Beberkan Startegi Academic dan Research Skills, Ini yang Harus Dimiliki MahasiswaDi sinilah academic skills memainkan peran penting.
Academic skills, kata Agus Rifai, merupakan seperangkat kemampuan fundamental yang harus dimiliki setiap mahasiswa untuk dapat berkembang. Keterampilan tersebut mencakup berbagai aspek penting dalam proses pembelajaran.

Yang pertama, kemampuan menulis akademik secara terstruktur dan argumentatif. Kata Agus Rifai, menulis bukan sekadar menyusun kalimat, melainkan menyampaikan gagasan secara logis, yang didukung oleh data dan referensi ilmiah yang kuat.

Kedua, kemampuan presentasi dan komunikasi ilmiah yang efektif. Dalam konteks dunia akademik, menurut Agus Rifai, ide yang baik harus memapu dikomunikasikan secara jelas dan sistematis, baik dalam presentasi, diskusi, maupun publikasi ilmiah.

Kemudian yang ketiga, manajemen waktu dan organisasi tugas akademik. Mahasiswa hari ini dihadapkan pada berbagai tuntutan yang lebih kompleks, mulai dari tugas kuliah, hingga aktivitas di luar kampus. Kata Agus Rifai, tanpa kemampuan mengelola waktu dengan baik, proses dan menyelesaikan tugas akademik dapat menjadi tidak efektif.

Dan yang terakhir, pembelajaran mandiri atau self-directed study. Ini menjadi penting, menurut Agus Rifai, mahasiswa di perguruan tinggi dituntut untuk menjadi pembelajar yang aktif yang mampu mengembangkan kapasitas intelektualnya secara mandiri. “Mahasiswa yang unggul bukan hanya yang rajin hadir di kelas, melainkan mahasiswa yang memiliki academic skills yang kuat akan lebih siap menghadapi tantangan akademik, karena mereka mampu membangun disiplin akademik dan belajar secara mandiri,” kata Agus Rifai.

Research Skills: Ubah Informasi Menjadi Pengetahuan
Selain academic skills, Agus Rifai juga menyoroti pentingnya research skills sebagai keterampilan inti dalam dunia akademik. Menurutnya, kemampuan riset memungkinkan mahasiswa memahami suatu persoalan secara lebih mendalam dan sistematis.

Isian Berita - 17 Maret 2026 - Agus Rifai Beberkan Startegi Academic dan Research Skills, Ini yang Harus Dimiliki Mahasiswa (3)Lebih lanjut, Research skills, menurutnya, merupakan kemampuan sistematis untuk menemukan, mengevaluasi, dan menggunakan informasi secara ilmiah. Keterampilan ini dimulai dari merumuskan pertanyaan penelitian yang relevan, kemudian menelusuri dan mengakses sumber informasi kredibel, dilanjutkan dengan menganalisis serta mensintesis temuan penelitian, hingga akhirnya mengomunikasikan hasil riset secara efektif.

Bagi Agus Rifai, kemampuan riset tidak hanya penting bagi mahasiswa yang ingin menjadi peneliti. Di era ekonomi berbasis pengetahuan, keterampilan ini juga sangat relevan bagi berbagai profesi yang membutuhkan kemampuan berpikir kritis dan berbasis data.

Research skills adalah kemampuan untuk memahami masalah secara mendalam dan mencari solusi berbasis bukti. Ini adalah keterampilan yang sangat dibutuhkan di berbagai bidang profesi,” ujar Agus Rifai.

Empat Pilar Fundamental Academic dan Research Skills
Pada akhir sesi presentasi, Agus Rifai membagikan strategi praktis yang ia sebut sebagai empat pilar fundamental dalam academic dan research skills. Empat pilar ini, kata Agus Rifai, dinilai penting untuk membangun literasi riset yang kuat di kalangan mahasiswa.

Isian Berita - 13 Maret 2026 - Krisis Literasi Akademik_ Seminar Ini Dorong Mahasiswa Perkuat Fondasi Riset Secara Kritis dan Inovatif (2)Pilar pertama adalah akses informasi, yakni kemampuan menemukan sumber informasi yang tepat. Menurutnya, mahasiswa perlu mampu mengidentifikasi kebutuhan informasi, memahami berbagai format sumber ilmiah, serta menggunakan teknik penelusuran informasi secara efektif.

Pilar kedua adalah evaluasi informasi, yaitu proses kritis untuk menilai kredibilitas dan kualitas sebuah sumber. Hal ini, kata Agus Rifai, mencakup kemampuan menganalisis asal-usul informasi, menilai akurasi dan keandalan data, serta mengidentifikasi kemungkinan bias dari penulis.

Pilar ketiga adalah penggunaan informasi, yakni kemampuan mengintegrasikan berbagai informasi ke dalam konteks yang relevan. Mahasiswa, menurutnya, harus mampu mensintesis berbagai sumber, memanfaatkannya dalam proyek akademik atau penelitian, serta menggunakan data tersebut sebagai dasar pengambilan keputusan.

Sementara pilar keempat adalah etika informasi, yang berkaitan dengan pemahaman terhadap hak cipta, plagiarisme, serta tanggung jawab akademik dalam menggunakan dan menyebarkan informasi. Penggunaan sitasi yang tepat serta penghormatan terhadap hak kekayaan intelektual menjadi bagian penting dari integritas akademik. “Integritas adalah fondasi dunia akademik. Tanpa etika informasi, seluruh proses riset akan kehilangan kepercayaan,” tegas Agus Rifai.

Antusiame Mahasiswa Bangun Ekosistem Riset di Lingkungan Kampus
Seminar yang diselenggarakan FRESH UIN Jakarta ini berlangsung dinamis. Mahasiswa aktif berdiskusi dan mengajukan berbagai pertanyaan, mulai dari kesulitan mencari referensi ilmiah hingga tantangan dalam menyusun karya tulis akademik. Antusiasme tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan akan literasi akademik dan literasi riset semakin terasa di kalangan mahasiswa.

Isian Berita - 17 Maret 2026 - Agus Rifai Beberkan Startegi Academic dan Research Skills, Ini yang Harus Dimiliki Mahasiswa (5)Bagi FRESH UIN Jakarta, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem riset yang lebih kuat di lingkungan kampus. Transformasi Literasi Riset, menurut Mustika —Ketua FRESH UIN Jakarta, tidak bisa hanya mengandalkan kurikulum formal, seperti perkuliahan di ruang kelas, akan tetapi membutuhkan ruang-ruang diksusi akademik yang lebih terbuka dan kolaboratf.

Di tengah perubahan lanskap pengetahuan yang semakin cepat, penguasaan academic dan research skills bukan lagi sekadar keunggulan tambahan, melainkan kebutuhan mendasar bagi mahasiswa. Pesan Agus Rifai terasa semakin relevan: menjadi mahasiswa di era digital tidak cukup hanya mampu mencari informasi. Yang jauh lebih penting adalah kemampuan mengolahnya menjadi pengetahuan yang kredibel, kritis, dan bertanggung jawab.

Karena pada akhirnya, masa depan dunia akademik tidak ditentukan oleh seberapa cepat informasi tersebut ditemukan —melainkan oleh seberapa dalam ia dipahami dan dikembangkan menjadi ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi masyakarat luas.
(Kontributor: Rizki Mulyarahman; Dokumentasi: Rizki Mulyarahman; Penyunting: Agus Rifai/Rizki Mulyarahman)

(Dokumentasi, 12 Maret 2026)


Untuk update berita dan informasi lebih lanjut, bisa di akses:

website_ https___perpus.uinjkt.ac.idWA_ 0823.2122.1957WA Channel Perpustakaan UIN Jakartaemail_ perpustakaan@apps.uinjkt.ac.idIG_ @perpusuinjkt