#تصفح_المجموعة - Puasa Menuju Sehat Fisik dan Psikis, !إليك التفسير العلمي والفوائد
هل تساءلنا يوماً لماذا الصيام ليس فقط واجباً كشكل من أشكال العبادة، بل غالباً ما يرتبط بالصحة؟
كتاب 'Puasa Menuju Sehat Fisik dan Psikis', للكاتب أحمد شريف الدين، يمثل جسراً بين الروحانية والعلم.
إذا كنت تريد أن تعرف كيف يمكن للصيام أن يعزز المناعة، ويوازن الهرمونات، ويهدئ الروح، ويقوي المرونة النفسية، فإن هذا الكتاب يستحق القراءة — خاصة خلال شهر رمضان.
| المؤلف | : أحمد شريف الدين |
|---|---|
| الناشر | : Gema Insani Press |
| ISBN | : 979-561-812-1 |
| رقم المرجع | : 2X4.13 SYAp |
Buku ini membahasa puasa dari dimensi utama: kesehatan fisik dan kesehatan psikis —dua aspek yang sering kita rasakan, tetapi jarang kita pahami secara sadar.
Secara fisik, puasa dijelaskan sebagai proses detofikasi alami yang membantu: mengontrol kadar gula darah; mekanisme self-healing alami tubuh; waktu istirahat biologis bagi organ pencernaan. Sedangkan secara psikis, puasa dipaparkan sebagai latihan pengendalian diri yang efektif untuk: terapi pengendalian emosi; mengurangi stres dan kecemasan; fondasi ketahanan mental dan spiritual.
Secara fisik, puasa dijelaskan sebagai proses detofikasi alami yang membantu: mengontrol kadar gula darah; mekanisme self-healing alami tubuh; waktu istirahat biologis bagi organ pencernaan. Sedangkan secara psikis, puasa dipaparkan sebagai latihan pengendalian diri yang efektif untuk: terapi pengendalian emosi; mengurangi stres dan kecemasan; fondasi ketahanan mental dan spiritual.
Ahmad Syarifuddin menyajikan penjelasan yang sistematis, komunikatif, dan mudah dipahami. Selain itu, buku ini memadukan dalil-dalil keagamaan dengan pendekatan ilmiah, sehingga relevan bagi kalangan akademik yang tertaik pada kajian puasa dan kesehatan mental.
Buku ini relevan bukan karena puasa itu ibadah rutin tahunan, melainkan karena ia menawarkan jawaban atas problem yang paling aktual. Ketika dunia modern mempromosikan mindfulness, digital detox, dan intermittent fasting, Islam telah lebih dulu menghadirkan sistem latihan biologis dan psikologis yang bernama puasa.
Dalam konteks akademik dan literasi kesehatan, buku ini juga penting sebagai jembatan antara agama dan sains. Ia menempatkan puasa dalam diskursus kesehatan fisik dan mental secara rasional, bukan dogmatis.
Selain itu, buku ini menjadi tajam karena ia membongkar ironi: banyak orang berpuasa, tetapi tetap emosional; menahan lapar, tetapi gagal menahan emosi berhenti makan, tetapi tidak berhenti konsumtif. Di sinilah pesan buku ini mengena —puasa bukan sekadar ritual, melainkan rekonstruksi gaya hidup.
Dalam konteks akademik dan literasi kesehatan, buku ini juga penting sebagai jembatan antara agama dan sains. Ia menempatkan puasa dalam diskursus kesehatan fisik dan mental secara rasional, bukan dogmatis.
Selain itu, buku ini menjadi tajam karena ia membongkar ironi: banyak orang berpuasa, tetapi tetap emosional; menahan lapar, tetapi gagal menahan emosi berhenti makan, tetapi tidak berhenti konsumtif. Di sinilah pesan buku ini mengena —puasa bukan sekadar ritual, melainkan rekonstruksi gaya hidup.
(المساهم: ريزكي موليارحمان؛ المحررون: أجوس ريفاي/ريزكي موليارحمان)
للحصول على آخر الأخبار والمزيد من المعلومات، يرجى زيارة:
العلامات :






